Kompas.com - 05/09/2022, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Pertalite dan Solar, serta non-subsidi jenis Pertamax resmi berlaku, Sabtu (3/9/2022), satu jam setelah diumumkan Presiden Joko Widodo.

Kenaikan BBM ini menjadi langkah pemerintah Indonesia menghadapi gejolak minyak dunia. Maka dari itu, harga BBM di dalam negeri tidak bisa ditopang dengan memberikan subsidi dari APBN.

Kondisi ini tentu berimbas pada pengendara motor yang memakai tiga jenis BBM tersebut. Termasuk para pengendara ojek online (ojol) yang menjadikan sepeda motor sebagai sumber mata pencaharian sehari-hari.

Baca juga: Dampak Buruk Gunakan Cairan Khusus Agar Hemat BBM

Igun Wicaksono, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia mengatakan, kenaikan harga BBM (terutama untuk Pertalite) tentu sangat berdampak pada bagi para driver ojek online baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dampak secara langsung yaitu, pengemudi ojek online harus menanggung beban biaya operasional (BBM) dengan kenaikan 30 persen. Sementara untuk dampak tidak langsung, kenaikan harga BBM bisa jadi akan turut berimbas pada naiknya harga bahan kebutuhan pokok, serta biaya perawatan dan pemeliharaan sepeda motor bagi pengemudi ojek online.

Ilustrasi Grab dan GojekShutterstock Ilustrasi Grab dan Gojek

“Dampak yang sangat luar biasa atas kenaikan BBM Pertalite yang mencapai 30 persen bagi kami sangat membuat rekan-rekan pengemudi ojek online mengalami dilema dalam operasional, pengemudi ojek online juga bingung dalam mensiasati keadaan,” ucap Igun kepada Kompas.com, Minggu (5/9/2022).

Igun melanjutkan, di satu sisi apabila suatu order tidak diambil karena beban biaya membeli BBM Pertalite sangat berat. Namun, jika order tidak diambil maka ada akibat sanksi dari perusahaan aplikator.

Baca juga: Waspada Macet, Ada Rekonstruksi Jalan di Tol Jagorawi Arah Bogor

“Para pengemudi ojek online tetap butuh menafkahi keluarganya, jadi mau tidak mau pengemudi ojek online tetap mengambil order walau tidak sebanding antara tarif dan beban biaya operasional dalam hal ini kerugian bagi para pengemudi ojek online,” kata dia.

Maka dari itu, Igun berharap, pemerintah sebagai regulator bisa segera menyesuaikan tarif ojol di seluruh Indonesia agar setara dengan kenaikan harga BBM jenis Pertalite.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.