Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/04/2021, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika berkendara di jalan raya, beragam jenis permukaan harus dilalui setiap kendaraan. Mulai dari aspal yang mulus, beton, sampai rangkaian konblok yang masing-masing memiliki karekteristik berbeda.

Bicara soal jalan yang terbuat dari beton atau cor semen, umumnya ditemui di jalan tol atau dalam komplek. Selain itu jenis jalan ini juga sering ditemui di jalan lingkar atau ringroad suatu kota.

Beton dipilih jadi material pembangunan jalan karena tingkat durabilitasnya yang lebih tinggi dan relatif ekonomis dari aspal. Lebih kuat dilindas kendaraan-kendaraan besar.

Pemilihan beton sebagai material pembangunan jalan juga didasarkan pada kemampuan beton untuk menahan rembesan air yang keluar dari permukaan tanah. Sehingga jalan beton tidak mudah lapuk dibandingkan jalan aspal.

Baca juga: Kesal KIR Diambil Dishub, Sopir Truk Blokade Jalan

Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi II di Kukusan, Depok, Jawa Barat, Senin (11/9/2017). Proyek Tol Cijago Seksi II yang membentang sepanjang 5,5 kilometer mulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan kini perkembangannya telah menyelesaikan jalan beton di kedua ruas jalur yang berada sisi selatan Kampus Universitas Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww/17.ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi II di Kukusan, Depok, Jawa Barat, Senin (11/9/2017). Proyek Tol Cijago Seksi II yang membentang sepanjang 5,5 kilometer mulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan kini perkembangannya telah menyelesaikan jalan beton di kedua ruas jalur yang berada sisi selatan Kampus Universitas Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww/17.

 

Namun, jalan beton dianggap kurang nyaman untuk dilalui karena traksi ban dengan jalan tidak sebaik jalan aspal.

Selain itu jalan beton juga memiliki tingkat kebisingan yang lebih tinggi dibanding jalan aspal saat dilalui kendaraan.

Oleh sebab itu, muncul anggapan mengenai jalan beton yang menyebabkan ban cepat aus dibanding jalan aspal. Namun, apakah itu benar?

Bambang Widjanarko selaku Tire & Rim Consultant dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY membenarkan bahwa jalan beton memang lebih cepat membuat ban aus ketimbang jalan aspal.

Baca juga: Michelin Rilis Ban Khusus buat Mobil Sport Listrik

Grafik tipe jalan terhadap tingkat keawetan banPirelli Tire Campus Grafik tipe jalan terhadap tingkat keawetan ban

"Ini disebabkan karakteristik jalan beton lebih keras dibanding jalan aspal. Apalagi jalan beton yang baru dibangun. Bisa mempercepat tingkat keausan pada ban hingga 20 persen lebih cepat dibanding jalan aspal. Karena jalan beton yang baru dibangun permukaannya masih kasar belum tergilas kendaraan," kata Bambang saat dihubungi Kompas.com, Minggu (4/4/2021).

Bambang juga menjelaskan bahwa permukaan jalan beton lebih kasar dan berpori. Karakteristik permukaan jalan semacam ini membuat usia pakai ban berkurang lebih cepat.

"Meski jalan beton lama-lama akan halus karena terkikis dilewati kendaraan, tetap saja bisa lebih mempercepat aus pada ban," kata Bambang menambahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.