Mau Punya Mobil RV, Simak Dulu Regulasinya di Indonesia

Kompas.com - 24/01/2020, 09:02 WIB
RV Delima Jaya Kompas.com/Fathan RadityasaniRV Delima Jaya

BOGOR, KOMPAS.com – Produksi Recreational Vehicle ( RV) di Indonesia untuk sekarang hanya bisa dilakukan oleh perusahaan karoseri. Basis yang bisa digunakan untuk produksi RV,  terdiri dari dua pilihan, yaitu mobil biasa dan sasis kendaraan niaga seperti truk.

Lalu bagaimana legalitas dari kendaraan yang sudah di modifikasi ini?

Menurut UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 49 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) menjelaskan Kendaraan Bermotor, kereta gandengan dan kereta tempelan yang diimpor dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri yang akan dioperasikan di Jalan wajib dilakukan pengujian. Pengujian yang dimaksud, yaitu uji tipe.

Lalu dilanjutkan pada Pasal 52 ayat (3) yang berisi setiap Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang.

Atas dasar regulasi ini, RV berbasis mobil barang, wajib memiliki Surat Keputusan Rancang Bangun (SKRB) agar bisa laik jalan.

Baca juga: Hiace Disulap Jadi Mobil Rumah, Modalnya Rp 300 Juta

eksterior hiace motor homeKompas.com/Fathan Radityasani eksterior hiace motor home

Nurdin, Product Engineering dari karoseri Delima Jaya Group di Bogor, mengatakan, kalau RV dengan sasis mobil barang harus dibuatkan SKRB nya terlebih dahulu sebelum bisa dipakai jalan.

“Pembuatan RV dari sasis mobil barang kan bodinya dibuat baru, jadi harus dibuat SKRB agar bisa dapat ijin uji tipe. Setelah melewati uji tipe, baru bisa digunakan di jalan,” ucap Nurdin kepada Kompas.com, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: Mau Bikin Mobil Rumah, Ini Mobil yang Disarankan

Sedangkan Nadim, Sales Marketing karoseri PT Bahana Selaras (Baze) yang membuat RV dari Toyota Hiace, mengatakan, kalau pembuatan RV dari mobil biasa tidak memerlukan pembuatan ijin baru karena secara bentuk eksterior tidak berubah banyak.

“RV dari basis Hiace tidak perlu ganti surat-suratnya, masih bisa dengan surat yang lama. Hal tersebut dikarenakan peruntukkannya tetap sama yaitu untuk mobil penumpang,” ucap Nadim kepada Kompas.com belum lama ini.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X