Penjelasan Mengapa Penggunaan Lampu Rem Kelap-kelip Dilarang

Kompas.com - 31/12/2019, 09:02 WIB
Desain lampu belakang lebih bergaya. Agung kurniawanDesain lampu belakang lebih bergaya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan lampu rem kelap-kelip atau berkedip dilarang oleh pemerintah dan sudah dituliskan di dalam Undang-Undang. Sehingga, para produsen mobil juga tak ada yang mengaplikasikan lampu rem model tersebut pada produk yang dipasarkan.

Aturannya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, tepatnya pada Pasal 106. Sementara, sanksinya juga sudah ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ( UU LLAJ), Pasal 285 ayat (1) dan ayat (2).

Baca juga: Ingat, Dilarang Modifikasi Lampu Rem Jadi Kelap-Kelip

Namun, tidak dijelaskan mengapa penggunaan lampu rem kelap-kelip dilarang. Para pakar keselamatan berkendara menjelaskan, bahaya yang dapat ditimbulkan dari lampu rem kelap-kelip.

Generasi ketiga Daihatsu Sirion meluncur di Jakarta, Selasa (13/1/2018). Lampu belakang LED.Febri Ardani/KompasOtomotif Generasi ketiga Daihatsu Sirion meluncur di Jakarta, Selasa (13/1/2018). Lampu belakang LED.

Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, tidak perlu menggunakan lampu tambahan. Sebab, tiap pabrikan sudah mendesain lampu rem sesuai dengan regulasi, bahwa lampu standar yang paling aman.

"Berpikir bahwa lampu rem kelap-kelip membuat pengemudi lain lebih waspada adalah salah besar. Justru pengemudi yang ada di belakang akan blind sesaat, bahkan berulang-ulang akibat lampu tersebut," ujar Sony, ketika dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Sony menambahkan, potensi tertabrak justru tinggi. Selain itu, saat terjadi tabrakan pun, mobil berlampu belakang kelap-kelip justru bisa dikenakan pasal.

"Saat hujan, terangnya justru semakin membahayakan pengemudi di belakangnya. Sebab, ditambah dengan pantulan air hujan," kata Sony.

Baca juga: Alasan Produsen Mobil Tidak Gunakan Lampu Rem Kelap-kelip

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Centre (RDC), mengatakan, setiap lampu yang ada di mobil memiliki arti yang sudah standar. Saat warna lampu atau cara lampu menyala berubah, dapat membingungkan pengguna jalan di belakangnya.

"Lampu-lampu yang terdapat di mobil juga merupakan alat komunikasi kita. Kalau alat komunikasinya tidak menggunakan bahwa yang umum, maka akan terjadi kesalahpahaman," ujar Marcell.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X