Diler Chevrolet Alih Bisnis, Mungkinkah Jual Merek Lain?

Kompas.com - 21/11/2019, 15:42 WIB
Diler Chevrolet Andalan di Jakarta Pusat Diler Chevrolet Andalan di Jakarta Pusat
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - General Motors (GM) resmi menghentikan bisnis penjualan mobil merek Chevrolet di Indonesia. Keputusan ini sudah diumumkan pada Oktober 2019 yang rencananya akan dimulai pada akhir Maret 2020.

Keputusan tersebut, otomatis jaringan dilernya akan beralih fungsi, lantaran PT GM Indonesia sendiri hanya akan mengurus seputar masalah aftersales servis dan suku cadang di Indonesia.

Lantas, apakah jaringan diler Chevrolet bisa ditebengi untuk berjualan merek lain. Menjawab hal ini Branch Manager Chevrolet Andalan Damianus Darto, mengatakan bila hal tersebut tidak menutup kemungkinan, tinggal masalah bagaimana perjanjiannya saja.

Baca juga: Imbas BBN-KB Naik, Banderol Chevrolet Ikut Melambung

"Perjanjian dengan GM itu di Maret nanti hanya kontrak untuk penjualan saja, selebihnya kita ditantang untuk mengurus masalah purna jual dengan kontrak selama tiga tahun (2023). Jadi aktivitas penjualan di diler sudah tidak ada tinggal bengkel saja, kita lihat opportunity lain apa mungkin atau tidak ke depan ada brand lain yang masuk," ucap Damianus kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Chevrolet Trax mendadak diburu konsumen Chevrolet Trax mendadak diburu konsumen

Menurut Damianus, secara potensi sebenarnya bisa saja dilakukan. Mengingat ruang showroom yang ada diler pun nantinya sudah tak digunkan lagi, tidak ada jajaran produk baru Chevrolet yang akan dipajang.

Namun yang paling krusial itu adalah persetujuan kedua belah pihak, dalam hal ini antara GM dan merek lain yang akan masuk.

Selama merek lain yang akan masuk tidak keberatan bila bengkel digunakan untuk Chevrolet dan GM sendiri menerima, maka hal tersebut tidak menjadi masalah.

Baca juga: Chevrolet Cabut dari Indonesia, Layanan Purnajual Dipegang Diler Ini

Chevrolet Trax mendadak diburu konsumen Chevrolet Trax mendadak diburu konsumen

"Asal kedua brand setuju sebenarnya tidak masalah, tergantung juga dari brand barunya terima atau tidak, karena statusnya kita saat ini sudah ada perjanjian dengan GM melayani servis Chevrolet, suku cadang dan masalah garansi kendaraaan," kata Damianus.

Sementara ketika disinggung soal merek asal China, yakni Wuling yang sudah diketahui dekat dengan GM. Damianus menjelaskan bila hal tersebut tidak akan mungkin, karena secara binis keduanya benar-benar terpisah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X