Karyawan Wuling Jadi Korban Hilang di Pulau Sangiang Serang

Kompas.com - 06/11/2019, 06:32 WIB
Wuling Almaz cukup andal ketika melahap lintasan menanjak dan menikung wuling motorsWuling Almaz cukup andal ketika melahap lintasan menanjak dan menikung

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga warga China dilaporkan hilang saat menyelam di Pulau Sangiang, Serang, Banten. Salah satu korbannya adalah karyawan Wuling Motors Indonesia, bernama Qin Xue Tao.

"Beliau merupakan karyawan di Wuling Motors yang menduduki jabatan sebagai PO Manager," kata Brand Manager Wuling Motors Indonesia Dian Asmahani, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Dian menyebut bahwa pihaknya akan terus mengikuti proses pencarian dan berusaha semaksimal mungkin agar korban segera ditemukan. Koordinasi pun tak lepas dari perhatian.

Baca juga: Menyelam di Pulau Sangiang Banten, Tiga Warga China Hilang Terseret Arus

Basarnas Banten melakukan pencarian tiga warga China yang hilang di Perairan Pulau Sangiang Banten, Senin (3/11/2019).Dok. Basarnas Banten Basarnas Banten melakukan pencarian tiga warga China yang hilang di Perairan Pulau Sangiang Banten, Senin (3/11/2019).

Sebelumnya, melalui keterangan resmi, Wuling Indonesia menyatakan telah kehilangan salah satu karyawannya saat berlibur dan melakukan penyelaman di kawasan perairan Pulau Sangiang, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (3/11/2019).

Qin Xue Tao merupakan salah satu dari tiga penyelam, yang diduga terbawa arus saat hendak ke permukaan.

"Kami juga bersama-sama selalu berdoa untuk mendapatkan hasil yang terbaik," katanya.

- -

Kombes Pol Edy Sumardi, Kabid Humas Polda Banten menyatakan, pencarian kali ini tidak mudah sebab kondisi cuaca sedang tidak bersahabat.

Pada pencarian hari pertama, tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud Polda Banten, PMI, hinga TNI AL Banten terpaksa harus menghentikan kegiatan di perairan tersebut pada pukul 16.00 WIB.

Baca juga: Wuling Almaz 7 Penumpang Mulai Unjuk Gigi

Memasuki hari kedua, diluncurkan drone bawah air atau Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk melihat kondisi di dalam laut.

"Tidak hanya itu, kami juga memperluas wilayah pencarian menjadi 420 NM. Kebetulan saya ikut mencari melalui udara, menggunakan helikopter Basarnas," kata Humas Basarnas Banten, Galih.

Helikopter Basarnas melakukan dua kali pencarian dalam sehari yaitu pukul 08.30 - 11.00 WIB. Kemudian dilanjutkan pada pukul 14.00 - 16.00 WIB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X