20 Juta Unit Kendaraan Beredar di Jakarta, Polusi Makin Tinggi

Kompas.com - 14/07/2019, 11:02 WIB
Kondisi lalu lintas di Simpang Susun (SS) Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019). SS Cikunir yang menjadi penghubung antara Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek merupakan salah satu titik rawan macet menjelang mudik Lebaran 2019.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kondisi lalu lintas di Simpang Susun (SS) Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019). SS Cikunir yang menjadi penghubung antara Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek merupakan salah satu titik rawan macet menjelang mudik Lebaran 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Populasi kendaraan di Indonesia yang terus bertumbuh berbanding lurus dengan tingkat polusi udara. Mengingat, setiap kendaraan mengeluarkan gas emisi yang berkontribusi terhadap kualitas udara.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (LH), di kota besar seperti DKI Jakarta total kendaraan darat yang beredar sebanyak 20 juta kendaraan. Jumlah itu disebut berkontribusi sampai 75 persen pada pencemaran udara DKI Jakarta.

"Kontribusi rata-rata kendaraan pada pencemaran udara di Indonesia itu berkisar antara 40 sampai 70 persen. Namun di kota besar, angkanya bisa begitu tinggi seperti DKI Jakarta yang sudah mencapai sekitar 75 persen," ujar Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dasrul Chaniago kepada Kompas.com di helatan Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2019, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Baca juga: Ini yang Dimaksud STNK Mati 2 Tahun

Lebih detail, disebutkan bahwa terdapat sekitar 3,5 juta kendaraan roda empat yang melintas di Jakarta setiap harinya. Sedangkan jumlah kendaraan roda dua, menurut BPS, mencapai 13,3 juta unit per hari. Angka itu belum ditambahkan dengan jumlah angkutan umum dan bus.

"Mungkin ada kendaraan tidak tetap atau hanya melintas saja di Jakarta seperti dari Tangerang ke Bekasi, dari Bandung ke Jakarta lalu balik lagi, atau lainnya," kata Dasrul.

Berdasarkan hal itu, dirinya mengingatkan kembali kepada pemilik kendaraan khususnya yang berada di Jakarta untuk lebih memperhatikan risiko dalam penggunaan mobil atau motornya.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mulai menggunakan bahan bakar yang sesuai rekomendasi pabrikan dan spesifikasi kendaraan, memperhatikan penggunaan oli kendaraan, sampai sebisa mungkin memanfaatkan kendaraan umum.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X