Tak Semua Pelek Palang Ideal untuk Ban Tubeless

Kompas.com - 19/06/2019, 15:02 WIB
salah satu pelek motor sport yang di cat di bengkel Setia MotorsportAditya Maulana - Otomania salah satu pelek motor sport yang di cat di bengkel Setia Motorsport

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak semua pelek palang sepeda motor atau biasa disebut pelek racing, merupakan pelek yang dibuat khusus peruntukan ban tubeless. Sebab pelek palang untuk ban tubeless punya spesifikasi tersendiri.

Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk, produsen IRC Tire, mengatakan, pelek palang khusus ban tubeless biasanya memiliki tulisan "For Tubeless" atau memiliki kode MT sebelum lebar pelek.

"Tidak semua pelek palang buat ban tubeless. Pelek buat ban tubeless ada tulisan 'For Tubeless' atau ada kode MT sebelum lebar pelek. Contoh MT1.65 kode MT itu menandakan untuk tubeless. Pabrikan pelek tidak berani kalau tidak ada kode itu," kata Dodiyanto kepada Kompas.com, Rabu (19/6/2019).

Pelek Palang untuk ban TubelessFoto: Istimewa/Dodiyanto Pelek Palang untuk ban Tubeless

Baca juga: Drama Lorenzo Berlanjut, Kini Digrebek Petugas Pajak

Sayangnya, lanjut Dodi, tak jarang masyarakat masih kurang paham mengenai kode pelek untuk ban tubeless. Pria ramah itu bercerita bahwa konsumen kerap mengeluh di media sosial bahwa ban yang baru dibelinya bocor halus.

"Ada orang komplain katanya beli ban tubeless kok baru dua minggu sudah bocor alus. Ternyata setelah kita cek detailnya, memang dia pakai pelek palang tapi bukan peruntukan buat tubeless sehingga masih ada bocor halus," kata Dodi.

Dodi menambahkan, selain konsumen, beberapa pedagang pelek aftermarket ternyata juga belum tahu perihal tersebut. Hal itu dia simpulkan saat mengunjungi bursa aksesoris sepeda motor di salah satu wilayah Jakarta.

Baca juga: Mengetahui Tanda-tanda Ring Piston Sudah Lemah

Peleng Palang untuk Ban TubelessFoto: Istimewa/Dodiyanto Peleng Palang untuk Ban Tubeless

"Ternyata setelah saya ngobrol dengan beberapa pedagang di kawasan itu juga ada beberapa yang belum mengerti. Karenanya memang butuh edukasi," ucapnya.

Dodi mengatakan bahwa ban tubeless sebaiknya dipakai pada pelek palang untuk tubeless. Jika tidak pun masih bisa, hanya saja jadi kurang efektif, sebab pada dasarnya hal tersebut berkaitan dengan nilai ekonomis suatu barang.

"Harga ban tubeless lebih mahal. Sehingga saat pakai ban tubeless bukan di pelek buat bannya jadi kurang efektif. Pun jika pakai ban tubeless di pelek jari-jari kan mesti pakai ban dalam lagi, atau modifikasi peleknya, jadi lebih mahal," katanya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X