Konsumen Roda Dua Belum Butuh DP Nol Persen

Kompas.com - 15/03/2019, 14:43 WIB
Aktivitas jual-beli sepeda motor Honda di Jawa Barat, khususnya Bandung. DAMAktivitas jual-beli sepeda motor Honda di Jawa Barat, khususnya Bandung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Skema kredit tanpa uang muka atau down payment (DP) nol beberapa waktu lalu mencuat. Ini setelah Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan peraturan tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.

Namun di lapangan, perusahaan pembiayaan ternyata belum tertarik menggunakan skema ini. Salah satunya FIFGROUP, perusahaan pembiayaan roda dua milik Astra Financial yang khusus membiayai produk roda dua Honda.

“Belum ya. Kita anggap kebutuhan konsumen memang belum ke situ (DP nol),” ucap CEO FIFGROUP, Margono Tanuwijaya saat ditemui Kamis (14/3/2019).

Margono menjelaskan, kemudahan uang muka nol tersebut memang memiliki banyak keuntungan. Salah satunya menumbuhkan penjualan kendaraan bermotor. 

Baca juga: Maaf, DP Nol Persen Tidak Dilirik Konsumen Jaguar Land Rover

Namun, itu tidak berarti semua perusahaan pembiayaan akan menawarkan kemudahan tersebut. Sebab banyak syarat yang harus dipenuhi seperti performa non performing loan (NPF) dibawah satu persen.

“OJK bukan mewajibkan untuk perusahaan pembiayaan menawarkan produk tersebut. Walau memang memudahkan konsumen membeli sepeda motor,” ucap Margono.

Contoh lain misalnya konsumen motor besar atau kelas premium. Margono mengungkapkan dibanding mendapatkan DP Nol, mereka lebih ingin angsurannya ringan untuk kemudahan bayar per bulannya. 

Margono mengungkapkan DP nol harus dilihat situasinya, apakah perlu diberikan. Bisa saja DP Nol diberikan pada event khusus atau segmen produk tertentu. 

“Kalau misal resale value-nya bagus dan kemampuan bayar konsumen baik, tidak masalah,” ucap Margono. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X