SOROT POLITIK
SOROT POLITIK

Siap-siap, Nonton Kebut-kebutan di Lintasan "Surga" Mandalika!

Kompas.com - 13/03/2019, 08:47 WIB
Pembangunan sirkuit terbuka dengan konsep jalan raya atau street racing circuit ini dikerjakan oleh Vinci Construction Grand Project (VCGP) Perancis, selaku investor yang telah melakukan kajian pembangunan sirkuit. Dok IstimewaPembangunan sirkuit terbuka dengan konsep jalan raya atau street racing circuit ini dikerjakan oleh Vinci Construction Grand Project (VCGP) Perancis, selaku investor yang telah melakukan kajian pembangunan sirkuit.
Editor Latief

KOMPAS.com - MotoGP merupakan salah satu cabang olahraga balap yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Tidak sedikit yang berharap jagoan-jagoan balap kuda besi itu berlomba di Indonesia.

Rasanya, mimpi kebanyakan orang tersebut tak lama lagi bakal segera terwujud. Pada 2021 mendatang Indonesia bakal menjadi penyelenggara MotoGP.

Gelaran MotoGP di Indonesia itu bakal digelar di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pendirian KEK Mandalika sendiri telah direncanakan sejak 29 tahun lalu. Hingga kemudian pada 20 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo meresmikan beroperasinya KEK Mandalika.

Hadirnya KEK Mandalika diharapkan mampu lebih mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, termasuk mereka yang menyukai MotoGP.

Presiden Jokowi sendiri sudah bertemu dengan petinggi Dorna Sport di Istana Negara. Pertemuan itu membahas MotoGP 2021 Mandalika.

Pembangunan sirkuit terbuka dengan konsep jalan raya atau street racing circuit ini dikerjakan oleh Vinci Construction Grand Project (VCGP) Perancis, selaku investor yang telah melakukan kajian pembangunan sirkuit.

Pertemuan Jokowi dengan Ezepelete di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, itu tak hanya membicarakan rencana pembangunan sirkuit Mandalika, tapi juga tiga motor balap pabrikan Honda. Jokowi bahkan sempat menunggangi salah satu motor balap yang dibawa. Dok Istimewa Pertemuan Jokowi dengan Ezepelete di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, itu tak hanya membicarakan rencana pembangunan sirkuit Mandalika, tapi juga tiga motor balap pabrikan Honda. Jokowi bahkan sempat menunggangi salah satu motor balap yang dibawa.
Rencananya, sirkuit balap yang dibangun ini akan memiliki panjang 4,32 kilometer (km) dan dihiasi dengan 18 tikungan. Inilah tantangan MotoGP 2021 Mandalika!

Berada di dalam kawasan KEK, sirkuit Mandalika didesain sebagai sirkuit hijau dengan pemandangan alam yang memukau.

Sirkuit MotoGP di Mandalika ini ditargetkan bisa menampung ratusan ribu penonton. Kapasitas kursi penonton di stand utama sirkuit ini rencananya bisa mengakomodasi hingga 93.200 penonton.

Tak cuma itu. Rencana pembangunan sirkuit ini juga menyiapkan 138.700 area tanpa tempat duduk dan hospitality suites yang mampu menampung 7.700 penonton.

Rencana gelaran MotoGP di Lombok ini bahkan sudah sudah dipromosikan jelang MotoGP Qatar 2019. Pertanda MotoGP 2021 di Mandalika semakin konkret.

Terakhir, Senin (11/3/2019) lalu, Presiden Jokowi bertemu bertemu Chief Executive Officer (CEO) Dorna Sport (organisasi penyelenggara balapan MotoGP), Carmelo Ezepeleta.   

Pertemuan Jokowi dengan Ezepelete di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, itu tak hanya membicarakan rencana pembangunan sirkuit Mandalika, tapi juga tiga motor balap pabrikan Honda. Jokowi bahkan sempat menunggangi salah satu motor balap yang dibawa.

Gelaran MotoGP di Mandalika ini diyakini akan mendongkrak masuknya turis ke Lombok dan juga pendapatan daerah. Sirkuit ini akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian, khususnya di Lombok dan sekitarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X