Jepang Perkenalkan Masjid Berjalan untuk Olimpiade 2020 - Kompas.com

Jepang Perkenalkan Masjid Berjalan untuk Olimpiade 2020

Kompas.com - 26/07/2018, 14:22 WIB
Masjid berjalan yang dipersiapkan Jepang untuk menyambut perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.Mobile Mosque Executive Committee via AP Masjid berjalan yang dipersiapkan Jepang untuk menyambut perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

TOYOTA, KOMPAS.com - Sejumlah persiapan terus dilakukan Jepang untuk menyambut perhelatan Olimpiade Tokyo 2020, salah satunya menyiapkan masjid berjalan. Masjid berjalan dibuat dari truk kontainer yang dimodifikasi.

Saat difungsikan, kontainer truk dilaporkan bisa melebar sehingga ruang di dalamnya menjadi lebih luas. Interior di dalam kontainer juga sudah diset seperti halnya di dalam masjid. Tak ketinggalan, masjid berjalan ini juga sudah dilengkapi alat pendingin suhu (AC) dan keran air untuk berwudhu.

Baca juga: Mitsubishi Pamerkan Inspirasi Toko Berjalan

Masjid berjalan yang dipersiapkan Jepang untuk Olimpiade Tokyo 2020.Mobile Mosque Executive Committee via AP Masjid berjalan yang dipersiapkan Jepang untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Total kapasitas masjid berjalan ini dapat menampung 50 orang. Biaya pembuatan per unit disebut mencapai sekitar 100 juta Yen atau sekitar Rp 13 miliar.

Masjid berjalan pertama kali diresmikan saat berlangsungnya pertandingan sepak bola J-League di Toyota Stadium, di Kota Toyota, Prefecture Aichi, Senin (23/7/2018). Selama perhelatan Olimpiade nanti, truk-truk ini akan dioperasikan ke berbagai yang jadi venue Olimpiade sesuai kebutuhan.

Baca juga: BMW i3 Disulap Jadi Bank Berjalan

Miniatur dari masjid berjalan yang dipersiapkan Jepang untuk menyambut perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.Mobile Mosque Executive Committee via AP Miniatur dari masjid berjalan yang dipersiapkan Jepang untuk menyambut perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

CEO Yasu Project Yasuharu Inoue berharap keberadaan masjid berjalan ini dapat mempermudah turis muslim yang hendak beribadah. Selain itu, keberadaannya dapat membuat para turis muslim tetap merasa seperti di negaranya sendiri.

"Sebagai negara yang terbuka dan ramah, kami ingin berbagi gagasan "omotenashi" (keramahan Jepang) dengan orang-orang muslim," kata Inoue seperti dikutip dari nytimes.com, Rabu (25/7/2018).


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X