Cara Mengemudikan Mobil di Jalan Sempit - Kompas.com

Cara Mengemudikan Mobil di Jalan Sempit

Kompas.com - 18/07/2018, 08:02 WIB
Salah gang atau jalan sempit di kawasan DKI Jakarta. Gang atau jalan sempit ini kerap dijadikan jalan tikus karena padatnya arus lalu lintas di jalan utama.KOMPAS.com/Dimas Wahyu Salah gang atau jalan sempit di kawasan DKI Jakarta. Gang atau jalan sempit ini kerap dijadikan jalan tikus karena padatnya arus lalu lintas di jalan utama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bertemu dengan jalan sempit kerap jadi momok bagi sebagian pengemudi mobil, terutama yang belum mahir. Sebab bila tidak hati-hati, bodi mobil bisa saja tergores, biasanya diakibatkan bersenggolan dengan kendaraan lain.

Menghadapi kondisi semacam ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatiakan oleh pengemudi. Trainer dari Indonesia Safety Driving Center (ISDC) Norman Syam menilai, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui ukuran panjang dan lebar mobil, disertai memahami letak pilar A, B dan C.

Pilar A adalah pilar yang terdapat di bagian depan atau tempat meletakkan kaca depan, pilar B terdapat di belakang jok depan atau lokasi dudukan seat belt untuk pengemudi, sedangkan pilar c ada di bagian kaca belakang. Menurut Norman, memahami letak pilar A, B dan C sangat penting sebagai patokan untuk bermanuver bila menemui belokan.

Baca juga: Rekayasa Bodi Lebar buat VW Scirocco

Ilustrasi pilar A pada sebuah mobil bisa menjadi blind spot.Stanly Ravel Ilustrasi pilar A pada sebuah mobil bisa menjadi blind spot.

"Selain mengandalkan feeling, kita sebaiknya mengetahui juga hal-hal teknis terkait ukuran mobil yang kita kendarai," kata Norman kepada Kompas.com, Selasa (17/7/2018).

Selain mengetahui teknis ukuran mobil, Norman menilai hal lain yang perlu dilakukan adalah mengatur posisi duduk yang sempurna. Dengan posisi duduk yang sempurna, akan lebih mudah mengatur posisi spion yang ideal.

"Kalau posisi duduk belum sempurna, otomatis bagian belakang mobil jadi tidak kelihatan dari spion," ucap Norman.

Baca juga: Begini Posisi Kaca Spion Mobil yang Ideal

Labirin atau gang-gang sempit di Thamel, Kathmandu, Nepal, sangat terkenal di kalangan trekker atau pendaki gunung Himalaya. Berbagai macam perlengkapan trekking tersedia di sini, begitu pula suvenir.KOMPAS/ELOK DYAH MESSWATI Labirin atau gang-gang sempit di Thamel, Kathmandu, Nepal, sangat terkenal di kalangan trekker atau pendaki gunung Himalaya. Berbagai macam perlengkapan trekking tersedia di sini, begitu pula suvenir.

Bila sudah memahami hal-hal teknis dan berada di posisi duduk dengan benar, Norman menganggap langkah selanjutnya adalah mengetahui lebar jalan. Sebab jalan sempit biasanya ada yang terdiri dari dua mobil, namun ada pula yang hanya muat satu mobil.

Selanjutnya, pengemudi juga harus berkonsentrasi penuh. Tujuannya agar tidak lengah apabila ada anak kecil, hewan ataupun motor yang melintas.

Pengemudi juga sebaiknya membunyikan klakson seperlunya jika menemui belokan. Tujuannya memberitahukan keberadaan kita ke pengendara jalan yang lain dari arah berlawanan. Bila di tengah jalan berpapasan dengan mobil lain,

"Kalau kita pengemudi yang defensive, ngalah saja. Berhenti dulu sambil meminggirkan sedikit. Kalau posisi lebar jalannya sudah aman, berikan jalan. Jadi selain konsentrasi penuh, kita juga harus bersabar," ucap Norman.

Baca juga: Adab Pengemudi Ketika Mobil Berpapasan di Kondisi Jalan tak Normal

Jalur Bus di Terminal Rawamangun, Jakarta Timur yang sulit dilewati bus berbadan besar. Sebab, jalur sengaja dibuat berbelok karena ada gedung Sudin Perhubungan Jakarta Timur. Senin (25/5/2015).Kompas.com/Robertus Belarminus Jalur Bus di Terminal Rawamangun, Jakarta Timur yang sulit dilewati bus berbadan besar. Sebab, jalur sengaja dibuat berbelok karena ada gedung Sudin Perhubungan Jakarta Timur. Senin (25/5/2015).

Mengutip dari drivingtesttips.biz, cara berbelok di jalan sempit perlu teknik. Dengan ukuran mobil yang lebih kompak, teknik berbelok di jalan sempit demi menghindari menyerempet obyek lain bisa dimulai dengan mengukur jarak terakhir sebelum bertemu titik terdekat.

Jika memungkinkan, pastikan jarak roda depan punya sisa 1-3 kaki (30-90 cm ke obyek di sebelahnya). Lalu gerakkan setir setahap demi setahap manakala bumper sudah melewati garis persimpangan. Teknik lainnya adalah sedikit menjauhkan bodi mobil secara berlawanan sebelum membelok.

"Jika lebar belokan yang akan dituju di kiri terlihat sempit, posisikan mobil agak menjauh ke kanan dulu sebelum memutar setir (begitu juga sebaliknya). Cara ini akan memberikan sudut belok yang lebih lebar sehingga tidak rentan menyerempet benda di sebelahnya," tulis drivingtesttips.biz.


Komentar
Close Ads X