Tips Berkendara Aman pada Bulan Puasa

Kompas.com - 22/05/2018, 04:02 WIB
Ilustrasi belajar mengemudi. DVSA via The SunIlustrasi belajar mengemudi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengemudikan mobil atau mengendarai sepeda motor ketika Ramadhan, sedikit berbeda jika dibandingkan dengan bulan biasa. Paling utama, secara fisik sedikit mudah lelah karena asupan makan dan minum berkurang.

Meski begitu, bukan berarti tidak boleh berkendara. Banyak cara yang bisa dilakukan agar tetap aman ketika di jalan raya, salah satunya mengatur gaya mengemudi atau berkendara.

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center menjelaskan, ketika puasa kemampuan spasial (untuk melihat ke dalaman, jarak, kecepatan) menurun drastis, dan waktu reaksi menjadi lebih lambat.

Belum lagi secara psikologis, orang yang sedang berpuasa juga cenderung kurang sabar dan mudah mengantuk karena waktu tidur berubah.

Baca juga: Kampanye Keselamatan Berkendara Masih Sangat Dibutuhkan

"Oleh karena itu perlu untuk mempersiapkan diri saat sahur dengan makanan yang tinggi serat dan asupan air yang cukup," ujar Marcell kepada KOMPAS.com pekan lalu.

Ketika waktu sudah menjelang siang, maka pengendara wajib melakukan power up atau tidur hanya 15 menit untuk memulihkan kembali tubuh agar kembali segar dan bisa berkonsentrasi maksimal.

"Paling utama, pastikan memiliki mental dan pikiran yang positif, dengan itu tubuh tidak mudah lelah. Sebaliknya jika negatif maka mudah emosi dan membuat tubuh menjadi mudah lelah serta meningkatkan perilaku yang berisiko tidak disiplin ketika berkendara," ujar Marcell.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X