Produsen Mobil China Ini "Anteng" Walau Dollar Naik

Kompas.com - 09/05/2018, 17:42 WIB
Wuling Cortez 1.8L modifikasi. KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRIWuling Cortez 1.8L modifikasi.
Penulis Alsadad Rudi
|

Cikarang, KOMPAS.com - Produksi mobil merek asal China, Wuling di Indonesia dilaporkan belum terpengaruh dengan kenaikan Dollar AS.

Pasalnya, PT SAIC General Motors Wuling (SGMW) Motor Indonesia selaku produsen Wuling menyatakan, transaksi untuk pembelian bahan baku tidak menggunakan Dollar AS. Melainkan mata uang negara asal, Yuan.

"Karena kita transaksi pakai Yuan. Jadi masalah dollar naik kita belum melihat dampaknya," kata Senior Director Manufacturing SGMW Arif Pramadana saat ditemui di Cikarang, Rabu (9/5/2018).

Baca juga : Masyarakat Cenderung Pilih Pegang Dollar AS, Mengapa?

Wuling Confero S.Ghulam/KompasOtomotif Wuling Confero S.

Menurut Arif, transaksi yang memakai Yuan disebabkan bahan baku untuk produksi yang didatangkan dari China. Contohnya baja.

Arif menyatakan sampai sejauh ini tidak ada bahan baku untuk Wuling yang harus didatangkan dari Amerika Serikat maupun negara pengguna Dollar AS lainnya.

"Kalau untuk transaksi lokalnya, tentunya kita pakai IDR (rupiah)," ucap Arif.

Selain Wuling, BMW Grup Indonesia juga melontarkan hal yang sama. Mereka menyatakan meski dollar AS naik, banderol mobil BMW tidak akan ikut naik.

Baca juga : BMW Tanpa Terpengaruh Dollar AS

"Untuk semua model, karena kami bukan berpatokan pada dollar AS, tetapi mata uang euro," ucap Vice President Director Corporate Communication BMW Group Indonesia Jodie O'tania di Bromo, Jawa Timur, Selasa (8/5/2018).

Petugas menghitung pecahan dolar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolla AS yang ditransaksikan pada Selasa (8/5/2018) ditutup melemah 51 poin atau 0,36 persen ke level Rp14.052 per dollar AS.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Petugas menghitung pecahan dolar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolla AS yang ditransaksikan pada Selasa (8/5/2018) ditutup melemah 51 poin atau 0,36 persen ke level Rp14.052 per dollar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS dilaporkan mencapai mencapai Rp 14.000 per Senin (7/5/2018).

Melemahnya rupiah terhadap dollar AS itu sendiri, terjadi akibat situasi pasar yang sedang melakukan penyesuaian terhadap perubahan kebijakan oleh Pemerintah AS.

Bahkan, menurut analisis diperkirakan pelemahan rupiah ini akan berlanjut selama sepekan ini, bahkan berpotensi sampai akhir Mei 2018 ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X