Deretan Mobil Mewah Hasil Korupsi Bupati Hulu Sungai Tengah

Kompas.com - 20/03/2018, 07:02 WIB

Jakarta, KOMPAS.com - Abdul Latif merupakan Bupati non-aktif Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, yang terjerat kasus korupsi karena diduga menerima gratifikasi Rp 23 miliar. Uang tersebut dibelanjakan dalam bentuk mobil mewah dan sepeda motor, hingga aset lain atas nama keluarga dan orang lain.

Akibat perbuatannya itu, dia melanggar Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Alhasil, seluruh mobil dan motor yang dibeli dari uang korupsi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seluruh kendaraan mewah milik Abdul Latif, tiba di  Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/3/2018) siang, dan langsung dibawa ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Jakarta Barat.

Mobil dan motor mewah yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi dari Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/3/2018).Istimewa/KPK Mobil dan motor mewah yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi dari Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/3/2018).

Secara keseluruhan, terdapat 23 kendaraan bermotor yang terdiri dari mobil mewah dan motor besar (moge). Semuanya punya banderol yang cukup mahal, dan jika ditotal bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

Baca juga: Ini Daftar Mobil dan Motor yang Akan Dilelang KPK

Mobil Abdul Latif yang disita KPT, seperti BMW 640i, Toyota Vellfire, Lexus 570, Hummer H3, Jeep, Cadillac Escalade, Jeep Rubicon Brute 3.6, dan masih banyak lagi.

Mobil dan motor mewah yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi dari Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/3/2018).Istimewa/KPK Mobil dan motor mewah yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi dari Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/3/2018).

Sementara motor yang juga disita, seperti merek Ducati, Harley-Davidson, hingga BMW. Setelah beberapa tahun, biasanya mobil atau motor sitaan KPK itu dilelang untuk umum, dan uangnya diberikan kepada kas negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.