Sulit Maksimalkan Fitur Cruise Control di Jakarta

Kompas.com - 05/01/2018, 12:02 WIB
Cruise control Suzuki Swift GS StanlyCruise control Suzuki Swift GS
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAzwar Ferdian

 

Jakarta, KompasOtomotif - Seiring berkembangnya teknologi otomotif, semakin banyak pula fitur pada mobil yang berfungsi menambah kenyamanan saat berkendara. Salah Satunya adalah fitur "cruise control". Cruise control adalah fitur pada mobil yang berfungsi agar kecepatan mesin konstan tanpa harus menginjak pedal gas.

Namun penggunaan fitur ini juga tidak boleh sembarangan. Karena jika salah menggunakan, potensi celaka bisa saja terjadi. Karena bisa menyebabkan tabrakan dengan kendaraan lain.

Baca juga : Anti Gaptek, Kenali Fitur Adaptive Cruise Control

Service Manager Bengkel Auto2000 GDC Depok Deni Andrian mengatakan, cruise control dapat difungsikan saat mobil berada pada kecepatan minimal 60 kilometer per jam. Saat pengemudi sudah memacu kendaraaan pada kecepatan ini, ia hanya perlu menekan tombol cruise control yang berada di dekat kemudi. Setelah itu mobil akan bisa melaju konstan.

Indikator cruise control Swift GSStanly Indikator cruise control Swift GS

Namun Deni menyarankan agar cruise control hanya digunakan dalam jalanan yang berkarakter cepat dan sepi. Untuk kondisi Kota Jakarta yang sering macet, Deni menilai tidak ada sama sekali jalan yang cocok untuk penggunaan cruise control, termasuk jalan tol. Karena meski fitur cruise control sudah dilengkapi sensor untuk mendeteksi kendaraan lain di depan, di Jakarta masih banyak pengendara yang nyelonong tiba-tiba saat menyalip.

Sambil bercanda, Deni menilai jalanan Jakarta hanya cocok untuk penggunaan cruise control saat musim liburan Idul Fitri. Karena pada masa itu, kondisi jalanan Jakarta relatif sepi dan lowong.

"Kalaupun mau dipakai di Tol Dalam Kota, tunggu saat hari raya Idul Fitri mungkin berfungsi. Kalau seperti sekarang tidak akan bisa berfungsi," kata Deni saat ditemui KompasOtomotif, Rabu (3/1/2017).

Menurut Deni, cruise control pada dasarnya diciptakan agar pengemudi bisa mengistirahkan kakinya sejenak. Karena itu, sebaiknya fitur ini hanya digunakan untuk perjalanan jauh. Itupun di kondisi jalanan yang berkarakter cepat dan relatif lengang. Deni kemudian mencontohkan Tol Cipali. 

Pengatur fitur cruise control ada di sebelah kanan kemudi.Febri Ardani Pengatur fitur cruise control ada di sebelah kanan kemudi.

"Kalau untuk di Cipali mungkin bisa. Karena di Cipali kecepatannya bisa konstan di 60 km. Tapi kalau di Cipularang mungkin susah," ujar Deni.

Deni menjelaskan tidak disarankannya cruise control digunakan saat macet, karena fitur ini akan otomatis tidak berfungsi saat pengemudi melakukan pengereman hingga kecepatan menurun di bawah 60 kilometer per jam.

"Kalau sudah direm sampai di bawah 60 kilometer akan cancel, artinya harus kembali menginjak ke pedal kaki. Jadi harus digas lagi," pungkas Deni.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X