”Narik dan Nanjak” dengan Motor Retro Kawasaki 175 Cc - Kompas.com

”Narik dan Nanjak” dengan Motor Retro Kawasaki 175 Cc

Kompas.com - 15/12/2017, 09:24 WIB
Kawasaki W175 tak diragukan lagi kemampuannya untuk melibas perkotaan.M Ghalib for KompasOtomotif Kawasaki W175 tak diragukan lagi kemampuannya untuk melibas perkotaan.

Jakarta, KompasOtomotif — Kubikasi 175 cc (riil 177 cc) untuk Kawasaki W175 memang cukup nanggung. Sedikit lagi bisa mengisi kelas 200 cc atau turun sekalian jadi 150 cc. Namun, inilah pilihan yang dianggap Kawasaki paling pas, terutama untuk sepeda motor ini yang fokus penggunaan harian.

Saat mencobanya di Rainbow Hills, Bogor, beberapa waktu lalu, KompasOtomotif berkesempatan mencari potensi dari mesin itu. Apalagi, karakter area tes berbukit-bukit plus berkelok sangat pas untuk menjajalnya sampai puas.

Sedikit kilas dari data spesifikasi, Kawasaki W175 masih menggunakan pengabutan bahan bakar karburator. Klaim tenaga maksimal 12,9 tk @7.500 rpm dan torsi puncak 12,3 Nm didapat pada putaran mesin 6.000 rpm.

Baca Juga:  Strategi Agar Bisa Beli Mobil secara Tunai

Di atas kertas, motor ini seharusnya bisa diajak berakselerasi cepat. Tenaga maksimal dicapai hanya pada putaran mesin 7.500 rpm. Torsi puncak yang diperoleh pada putaran 6.000 rpm juga menandakan bahwa motor ini berkarakter stop and go, cepat naik dan cepat turun.

Macet dan menanjak
Saat dicoba, rasanya memang seperti itu. Buat macet-macetan di kota cukup ampuh karena menunjang tarikan spontan. Tidak terlalu galak, apalagi di putaran menengah, menunjang kebutuhan berkendara santun di perkotaan.

KompasOtomotif di atas Kawasaki W175.M Ghalib for KompasOtomotif KompasOtomotif di atas Kawasaki W175.
Ketika menanjak, tak perlu bersusah-payah, karena torsi sudah didapat sejak putaran bawah. KompasOtomotif tak bisa membuktikan tercapai tenaga dan torsi puncak itu pada putaran mesin berapa karena memang tidak ada takometer.

Karakter tarikan di putaran atas tergolong medium. W175 juga punya napas yang cukup panjang. Tiba-tiba menyentuh angka 80 kpj saat jalan menanjak ringan, tanpa ngotot, dan ini luar biasa.

Baca Juga:  W175 Melanjutkan Tradisi Kawasaki di Indonesia

Satu lagi, mesin motor ini sangat halus dan minim getaran. Semua itu didukung dengan tuas kopling yang sangat enteng saat ditarik. Perpindahan gigi cukup halus meski ada sedikit  entakan terutama saat posisi gigi satu pindah ke dua.

Kawasaki W175 dipersenjatai dengan rem cakram di depan, diameter 220 mm dengan kaliper piston ganda. Di belakang masih pakai tromol. Ini sudah mampu untuk menghentikan laju motor dengan baik, tapi harus lebih berhati-hati ketika rem mendadak karena belum disematkan ABS. 


EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X