Cara Surabaya Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Kompas.com - 08/12/2017, 11:22 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif - Data pihak kepolisian di Surabaya mencatat 99,99 persen kecelakaan yang terjadi di kota tersebut disebabkan kelalaian manusia. Pemerintah Kota Surabaya menilai kelalaian yang dimaksudkan di sini lebih diakibatkan ketidakdisiplinan dalam berlalu lintas.

Atas dasar itu, Pemkot Surabaya menilai perlu mengedukasi warga mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Sosialisasi menyeluruh kepada seluruh warga dilalukan, dari mulai ke sekolah-sekolah, kampung-kampung hingga bengkel.

Baca juga : Aksi Wali Kota Surabaya Turun Tangan Atur Lalu Lintas

"Karena 99,99 persen kecelakaan di Surabaya disebabkan human error, maka kami menggarap manusianya. Dari mulai SD, SMP, kampung bahkan bengkelnya pun kami training, kami edukasi," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

 

Wali Kota Surabaya Mengatur Lalu Lintasistimewa Wali Kota Surabaya Mengatur Lalu Lintas

Tidak hanya sekedar mendatangi, Irvan menyebut edukasi tertib berlalu lintas juga dilakukan dengan cara mengajak warga tur keliling kota.

Baca juga : Teriakkan Gerakan Tertib Berlalu Lintas (Gatel)

"Dari sana kami ajarkan bagaimana menyeberang yang baik, bagaimana tidak berkendara di trotoar. Jadi edukasi pentingnya berkeselamatan berkendara tidak pernah henti-henti kami lakukan ke pelajar dan warga. Sehingga diharapkan angka kecelakaan turun," kata Irvan.

Surabaya baru saja meraih penghargaan "Excellent City" dalam ajang Indonesia Road Safety Award 2017. Ini adalah penghargaan untuk kota yang telah beberapa kali meraih penghargaan sebagai kota dengan tata kelola keselamatan jalan terbaik dalam ajang yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.