Bukan Cepat Sampai, Melawan Arus Lebih Dekat dengan....

Kompas.com - 30/11/2017, 10:42 WIB
Ruas Jalan Mohamad Kahfi II macet saat adanya gelaran Lebaran Betawi, Minggu (30/7/2017) siang. Meski dibuat satu arah, masih ada kendaraan yang melawan arus. KOMPAS.com/NURSITA SARIRuas Jalan Mohamad Kahfi II macet saat adanya gelaran Lebaran Betawi, Minggu (30/7/2017) siang. Meski dibuat satu arah, masih ada kendaraan yang melawan arus.
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta KompasOtomotif – Masih banyak pengendara motor yang mengabaikan keselamatan. Misalnya, berjalan melawan arus lalu lintas yang berlaku. Kondisi ini kerap terjadi di sejumlah ruas jalan raya Jakarta. Salah satunya, terjadi di Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan.

Ketika Gerakan Tertib Berlalu Lintas (GATEL) yang dimotori Otomania.com dan bekerja sama dengan NTMC Polri serta Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) digelar di depan Kantor Kecamatan Kebayoran Lama pada Rabu, (29/11/2017), terpantau banyak pengendara motor yang berjalan melawan arus.

Menurut Kapolsek Kebayoran Lama, Komisaris Polisi Kurniawan Ismail, para pengendara motor seperti itu ingin sampai ke tempat tujuan. Sebab jika mengikuti arus lalu lintas, mereka harus berjalan cukup jauh untuk berputar arah.   

Baca juga : Kampanye Gatel Ajak Pengendara Sadar Penggunaan Trotoar

Anggota Korlantas NTMC Polri, Briptu I Made Satrya Gunawan tengah mengedukasi pengendara yang hendak melawan arus. Fachri Fachrudin Anggota Korlantas NTMC Polri, Briptu I Made Satrya Gunawan tengah mengedukasi pengendara yang hendak melawan arus.
“Yang saya lihat ketika mereka mau ke arah Tanah Kusir, mereka harus berputar jauh. Harus lewat jalan arteti, sampai ke Pondok Indah Mall. Makanya, akhirnya mereka memilih melawan arus. Padahal, itu salah,” kata Kurniawan.

Kurniawan mengatakan, pihaknya juga aktif menggelar penertiban. Namun ketika penertiban digelar, banyak pengendara yang melawan arus itu memilih putar arah. Mereka mengurungkan niatnya karena takut ditilang. Setelah penertiban selesai, banyak pengendara kembali melintas melawan arah.

Kurniawan menyayangkan kondisi tersebut. Sebab, yang mereka lakukan itu sudah mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain. Di sisi lain, pihaknya pun tidak bisa melakukan penertiban di setiap waktu karena keterbatasan jumlah personil.   

Baca juga : Gatel Otomania Sadarkan Perampas Fungsi Trotoar

Pengendara motor membawa barang besar berjalan melawan arus di Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Rabu (29/11/2017).Fachri Fachrudin Pengendara motor membawa barang besar berjalan melawan arus di Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Rabu (29/11/2017).

“Ya seharusnya mereka menaati peraturan, khsusunya melawan arus, karena berbahaya sekali tidak hanya untuk diri sendiri. Seharusnya pengendara sadar dan berfikir lebih penjang saat berkendara, dan yang paling utama difikirkan adalah keselamatan,” kata Kurniawan.

Fenomena ini sedianya menjadi satu pelajaran bahwa berkendara harus mengkuti arus lalu lintas yang berlaku. Melawan arus agar lebih cepat sampai tujuan bukanlah pilihan karena membahayakan. Bahkan, nyawa bisa jadi taruhan. Kalau sudah seperti itu, bukan lagi dekat dengan tujuan tapi “dekat dengan Tuhan”, ya kan?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X