Honda Pertahankan Takhta Jazz Sampai Akhir Tahun

Kompas.com - 10/11/2017, 08:42 WIB
Honda Jazz dipamerkan pada acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (10/8/2017). GIIAS 2017 akan berlangsung hingga 20 Agustus 2017 KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIHonda Jazz dipamerkan pada acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (10/8/2017). GIIAS 2017 akan berlangsung hingga 20 Agustus 2017
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Digempur dengan kemunculan model baru, segmen hatchback harus rela tergerus. Secara total, dari wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terkoreksi 12,82 persen, year on year, Januari-September 2017.

Mengakui kondisi tersebut, salah satu pemain di segmen ini sekaligus penguasa pasar, Honda, masih optimistis kalau jagoannya Jazz akan bertahan menjadi pemimpin. Namun proyeksi akhir tahunnya pesimistis, atau hanya berharap sampai 16.000-an unit, sementara tahun lalu (full year) mencapai 18.110 unit.

Honda Jazz penjualannya total ada 12.965 unit sampai Oktober. Hingga akhir tahun bisa mencapai 16.000. Kami masih market leader 49 persen. Kami usahakan tetap sama,” ujar Jonfis Fandy, Marketing and After Sales Service Director Honda Prospect Motor ( HPM), Kamis (9/11/2017).

Sepanjang Januari sampai Oktober 2017, Honda Jazz mengalami penurunan sampai 11,01 persen, atau menjadi 14.004 unit. Sedangkan tahun lalu di periode yang sama jumlahnya 15.737, atau minus 1.733 unit.

Baca juga : Honda Jazz Kuasai Separuh Pasar "Hatchback"

Wholesales Honda Jazz Jannuari-Oktober 2017 (diolah dari data Gaikindo).Ghulam/KompasOtomotif Wholesales Honda Jazz Jannuari-Oktober 2017 (diolah dari data Gaikindo).

Membuntuti di posisi kedua ada Toyota Yaris yang mencapai angka 8.973 unit, atau turun dari 11.800 pada 2016 lalu. Kemudian diurutan ketiga ada Mazda2 dengan 1.085 unit.

“Hatchback” di 2018

Hatchback dalam beberapa tahun terakhir turun karena ada model baru. Produk tersebut yang ramai-ramai menggempur di sisi kanan-kiri dan atas-bawah dalam tiga tahun belakang,” ujar Jonfis.

Jonfis menambahkan, jika tahun depan produk baru di segmen lain kembali bermunculan, maka kelompok hatchback bisa terus turun. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X