Pertamina Didesak Hapus BBM Euro II 2018

Kompas.com - 06/04/2017, 07:42 WIB
Sejumlah pengendara mengisi bahan bakar di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017). PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 5 Januari 2017. Revisi harga berlaku untuk jenis BBM non-subsidi dengan angka kenaikan sebesar Rp 300. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSejumlah pengendara mengisi bahan bakar di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017). PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 5 Januari 2017. Revisi harga berlaku untuk jenis BBM non-subsidi dengan angka kenaikan sebesar Rp 300.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Terkait standar emisi Euro IV yang sudah ditandatangani Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pertamina sudah menyatakan diri siap. Perusahaan pelat merah itu berniat memasok bahan bakar sesuai kriteria (minimal RON 92, dengan Sulfur maksimal 50 ppm) saat aturan ini resmi berlaku, September 2018.

Ketika berbicang dengan KompasOtomotif, Afandi, Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina mengatakan, Pertamina hanya menambah produk baru, bukan mengganti semua bahan bakar yang ada. Terutama untuk memenuhi kebutuhan mobil yang Euro II. Hal senada juga sempat dikatakan pihak Kementerian LHK.

Pernyataan tersebut mendapat respons negatif dari Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB). Lebih baik, kata Safrudin, Pertamina sebaiknya menganti semua yang ada, dengan BBM berstandar Euro IV.

Baca juga : Pertamina Belum Punya BBM Standar Euro IV

“Tidak hanya sekedar menipiskan stok BBM standard Euro II, melainkan menghapus semua jenis BBM yang kualitasnya rendah. Mobil lama (non Euro IV) kami sarankan malah pakai BBM dengan standar Euro IV saja, karena performa engine makin baik dan lebih efisien BBM,” ujar Safrudin kepada KompasOtomotif, Rabu (5/4/2017).

Begitu kebijakan diterapkan, kata Safrudin, maka serta merta emisi akan turun. Jika ketersediaan BBM Standard Euro IV mencapai 100 persen, atau memenuhi seluruh kebutuhan kendaraan, maka emisi PM (particulate matter)  dan SO2 akan turun sekitar 90 persen, serta Hidrokarbon (HC), Karbon Monoksida (CO), dan Nitrogen Oksida (NOx) akan turun 70 persen sampai 90 persen.             

“Itu adalah pengalaman dari negara-negara seperti Itu pengalaman negara-negara seperti India, China, Thailand, dan Malaysia. Dengan demikian Premium 88, Pertalite 90, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar 48 dan PertaDex dihapus dan diganti BBM untuk Standard Euro IV,” ucap Safrudin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X