Ahli Transportasi Teriak Soal Kebutuhan Tes Tabrak di Indonesia

Kompas.com - 21/10/2016, 14:22 WIB
Fasilitas tes tabrak Toyota di Higashi Fuji, Shizuoka, Jepang toyotaFasilitas tes tabrak Toyota di Higashi Fuji, Shizuoka, Jepang
EditorAgung Kurniawan


Jakarta, KompasOtomotif –
Indonesia merupakan negara dengan pasar mobil terbesar di Asia Tenggara, ketimbang Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Kemampuan produksi industri mobil di Tanah Air juga sudah mencapai 2 juta unit per tahun, tetapi mengapa tidak ada acuan standar keselamatan global layaknya negara lain yang dikenal juga sebagai produsen otomotif.

Leksmono Suryo Putranto, Guru Besar Transportasi Universitas Tarumanagara mengatakan, Indonesia sudah saatnya punya lembaga atau fasilitas untuk menguji tabrak mobil-mobil yang dipasarkan ke pasar domestik. Salah satu masalah tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di jalan raya juga terkandung faktor rendahnya fitur keselamatan serta material konstruksi kendaraan, menurut penelitian Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Fasilitas uji tabrak sangat perlu, kenapa? Kalau kita tidak pernah melakukan crash test maka kita tidak pernah tahu seberapa besar kemampuan dari kendaraan untuk mempertahankan bentuk strukturnya sehingga melindungi penumpang dan pengemudi ketika terjadi tabrakan," kata Suryo yang sudah menyandang gelar profesor, dalam acara Indonesia Road Safety Award (IRSA), Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Tanpa ada standar test crash, maka pemerintah seolah mengabaikan tanggung jawab setiap merek yang memasarkan mobilnya di Indonesia, terhadap keselamatan konsumen. Setidaknya lewat tes ini, konsumen mengetahui seberapa besar risiko dampak kecelakaan jika situasi itu terjadi pada dirinya dan bisa memutuskan membeli mobil yang mana, sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Menurut Suryo, KNKT sudah merekomendasikan fasilitas uji tabrak sejak lama ke pemerintah, namun hal ini belum terealisasi. Namun ia berharap, dalam waktu dekat negara akan memiliki fasilitas ini. Bahkan, seharusnya fasilitas uji tabrak ini sudah terpenuhi sejak dipasarkannya mobil murah di Indonesia.

"Kalau bicara mobil murah, Ayla-Agya mendapat rating cukup baik ketika di tes di negara berkembang. Sebenarnya Indonesia wajib memiliki fasilitas tersebut, kalau pun alasannya karena faktor anggaran, pemerintah bisa mewajibkan ATPM untuk memiliki laboratorium sendiri yang nantinya disupervisi oleh pemerintah," ucap Suryo yang juga menjabat Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kebijakan mengharuskan ATPM memiliki fasilitas uji tabrak dinilai Suryo sangat masuk akal, mengingat peran pemerintah sendiri adalah sebagai regulator.

"Pemerintah punya kewenangan untuk semua kendaraan yang dijual di Indonesia, jadi harusnya kita bisa memiliki laboratorium yang memadai untuk pengujian," kata Suryo lagi.

ASEAN NCAP Tes tabrak Suzuki Ertiga.

Punya Malaysia

Uniknya, meski bukan tercatat sebagai pasar atau produsen mobil terbesar di Asia Tenggara, Malaysia justru sudah punya fasilitas tes tabrak di negaranya. Yaitu lewat New Car Assesment Program for South East Asia (ASEAN NCAP), sebuah lembaga independen yang perhatian dengan kualitas keamanan produk otomotif.

Laboratorium ini melakukan serangkaian uji coba pada produk-produk kendaraan penumpang yang dipasarkan dalam lingkup ASEAN, termasuk Indonesia. Pengujian dilakukan dengan menabrakkan kendaraan dalam kecepatan 64 kpj. Melalui sensor yang terdapat di berbagai titik, didapat pengukuran keselamatan dengan rating tertinggi 5 bintang dan terendah tidak mendapat bintang. Standar yang sama yang digunakan lembaga serupa (NCAP) di regional belahan dunia lain, seperti Amerika, Eropa, dan Australia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X