Kompas.com - 22/09/2016, 07:02 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Berlin, KompasOtomotif – Permasalahan yang menimpa Volkswagen pasca terpergok melakukan kecurangan emisi di Amerika, September 2015 tak kunjung usai. Setahun berlalu bukannya sedikit berkurang, malah bertambah.

Kali ini datang dari kampung halamannya sendiri, di mana VW Group dituntut ganti rugi oleh para investor sebesar 8,2 miliar euro atau Rp 120,3 triliun. Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak pengadilan Jerman, di wilayah hukum di mana mobil itu diproduksi, dari Reuters, Rabu (21/9/2016).

Sampai saat ini, setidaknya 1.400 tuntutan hukum telah diajukan di pengadilan regional di Brunswick, dekat markas Volkswagen di Wolfsburg. Pihak pengadilan Brunswick mengatakan, dari angka itu, sebanyak 750 tuntutan hukum terkumpul hanya dalam waktu satu hari, pada hari Senin, 19/9/2016), di mana tepat satu tahun skandal VW terungkap.

Para investor yang menuntut tersebut marah, karena harga saham yang turun 35 persen dalam dua hari perdagangan, setelah pihak regulator AS mengungkap kecurangan yang dilakukan Volkswagen tahun lalu.

Banjir tuntutan hukum ini semakin menambah masalah, dan tampaknya VW masih jauh dari titik penyelesaian. Di Amerika, VW baru saja setuju untuk membayar 16,5 miliar dolar Amerika atau Rp 216,6 triliun, untuk menyelesaikan tuntutan oleh beberapa pihak berwenang Amerika dan pemilik mobil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.