Kompas.com - 06/09/2016, 07:01 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Astra Honda Motor (AHM) baru-baru ini membuka secara resmi program Uji Coba Perilaku Berkendara‎ Sepeda Motor Listrik, bersama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dah pihak akademisi dari Universitas Indonesia, Jumat (2/9/2016). Dua sepeda motor listrik Honda EV Neo ambil bagian dalam program ini.

Memang, gaung sepeda motor listrik saat ini sedang mengemuka, terutama sejak diperkenalkannya skuter listrik Gesits milik Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Selasa (3/5/2016). Bahkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan (Ristek dan Dikti) Tinggi, Muhammad Nasir mengatakan, Gesits merupakan produk masa depan bangsa Indonesia.

Lantas, apakah program Uji Coba Perilaku Berkendara‎ Sepeda Motor Listrik yang hadir tiba-tiba ini, lantaran Honda terpancing oleh skuter listrik Gesits milik Garansindo dan ITS?

Baca juga : Honda Belum Kepikiran Sepeda Motor Listrik

Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor(AHM) hanya menjawab singkat pertanyaan tersebut. Dirinya mengatakan kalau program yang digulirkan AHM bersama dengan Kemenhub dan Universitas Indonesia, bukan sinyal untuk menerima tantangan Gesits.

“Dalam hal ini, program Uji Coba Perilaku Berkendara‎ Sepeda Motor Listrik, tidak ada kaitannya dengan Garansindo (skuter listrik Gesits),” ujar Margono kepada KompasOtomotif, Senin (5/9/2016).

Margono menambahkan, peluncuran sepeda motor listrik tetap sesuai dengan timeline yang pernah disebutkan, pada 2018. Program ini ditujukan untuk mengumpulkan data terkait perilaku konsumen terhadap motor listrik.

Baca juga : Bos Honda Masih Pesimistis pada Sepeda Motor Listrik

Sempat Pesimis

Sebelumnya pada bulan Maret 2016 lalu di Universitas Indonesia, Fumihiko Ike, Chairman Honda Motor Corporation merasa pesimis, kalau keberadaan sepeda motor listrik, belum bisa mengganti kendaran roda dua berbahan bakar minyak (BBM). Karena memang performa keduanya yang tidak sebanding.

“Masih ada kendala-kendala terkait dengan dengan produk kendaran listrik dan masih terus dikembangkan. Sayangnya, sepeda motor listrik belum bisa segera mengganti langsung sepeda motor konvensional,” ujar Ike kala itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.