Kompas.com - 02/07/2015, 08:36 WIB
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, Otomania - Touring dengan sepeda motor, tidak bisa disamakan dengan berkendara dengan roda dua untuk keperluan mudik, meski keduanya sama-sama menempuh jarak yang cukup jauh.

Rifat Sungkar, pebalap nasional dan juga duta keselamatan berkendara Indonesia dari UNESCO mengatakan, perbedaannya terletak pada manajemen waktu. Untuk touring, waktu sangat diatur dengan sangat baik, sehingga tubuh tidak terlalu lama berada di atas kendaraan.

"Bisa dibedakan, dengan jarak yang sama misalnya dari Jakarta menuju Yogyakarta, bagi yang touring, bisa saja hal tersebut dilakukan selama lima hari. Tapi bagi pemudik, jarak itu harus ditempuh hanya dengan satu hari, atau bahkan hanya semalaman," ujar Rifat, Selasa (30/1/2016).

Rifat menambahkan, Hal tersebut jelas akan sangat merugikan pengendara, bahkan bisa menyebabkan kecelakaan. Karena tubuh yang lemah akan menghilangkan konsentrasi berkendara, sedangkan berkendara sendiri sangat membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

Sepakat dengan Rifat, Ahmad Yunus pengarang buku touring "Meraba Indonesia" mengatakan, selain perbedaan dari manajemen waktu, dari segi kapasitas barang yang dibawa juga jadi hal yang membuat dua aktivitas ini berbeda.

"Jika touring, kita buat sepeda motor kita seaman mungkin, dan barang yang dibawa juga diletakkan pada tempat yang sudah semestinya, seperti pada box motor. Biasanya juga tanpa berboncengan, namun untuk pemudik, barang dibungkus seadanya dan diletakkan pada tempat yang tidak semestinya, apalagi ditambah dengan membawa penumpang lebih dari satu, ini sungguh membahayakan nyawa," ujar Ahmad.

Ahmad Yunus menyarankan bahwa lebih baik menggunakan angkutan umum ketika akan pulang ke kampung halaman. Apalagi jika jaraknya jauh, daripada harus membahayakan diri dan keluarga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.