Kampung "Safety Riding" Pertama Ada di Semarang

Kompas.com - 26/01/2015, 09:00 WIB
Kampung Safety Riding di Semarang Agung Kurniawan/KompasOtomotifKampung Safety Riding di Semarang
|
EditorAzwar Ferdian
Semarang, KompasOtomotif - PT Astra International Tbk-Honda Sales Operation (Astra Motor) selaku dealer sepeda motor Honda terbesar di Indonesia menggulirkan sokongan perdana untuk mendirikan "Kampung Safety Honda" (KSH) di Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (25/1/2015).

KSH merupakan salah satu cara Astra Honda dalam mendukung kampanye keselamatan bersepada motor di jalan. "Program ini merupakan wujud komitmen Astra Motor untuk terus mengajak masyarakat membudayakan keselamatan berkendara dengan peran serta aktif masyarakat,” jelas Chief Executive Astra Motor, Sigit Kumala di Semarang.

Program ini dicetus oleh salah satu Ketua RW 10, Lukman Muhajir, yang mau menggalakkan keselamatan berkendara sepeda motor di wilayahnya. Program ini kemudian dinaikkan levelnya ke skala Keluarahan sehingga berlaku pada total 4.500 kepala keluarga di dalamnya.

Agung Kurniawan/KompasOtomotif Kampung Safety Riding di Semarang
"Semula saya bikin program ini pada 2010, saya dianggap gila oleh warga masyarakat. Memang butuh waktu lama untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya keselamatan, baru setelah tiga tahun, masyarakat mulai sadar, dan akhirnya di 2015 resmi dapat dukungan dari Astra Motor," jelas Lukman.

Dalam sokongannya, Astra Motor memberikan fasilitas tambahan untuk menyokong kampanye keselamatan di 45 Rukun Tetangga di Kelurahan Pandean Lamper. Mulai dari mendirikan beberapa rambu lalu lintas, imbauan pengendara sepeda motor, seperti  ‘Gunakan Helm’, ‘Batas Kecepatan 20 Kpj’, ‘Motor Dikendarai Maksimal 2 Orang’, dan lain sebagainya.

Selain itu, Astra Motor juga membangun posko safety riding khusus di masing-masing kampung.

Agung Kurniawan/KompasOtomotif Kampung Safety Riding di Semarang
Sanksi Moral

Di posko ini akan dilantik seorang satgas yang bertugas memperhatikan pengguna sepeda motor yang lalu lalang di depannya. Jika ada warga kampung, pengendara sepada motor yang tidak mengindahkan imbauan keselamatan jalan maka akan dicatat. Warga yang kerap melakukan pelanggaran akan mendapat ganjaran sanksi moral yang sudah ditetapkan pimpinan warga.

"Kami akan tegur dulu, peringatan pertama, kedua, sampai kalau bandel nanti ketika mau ngurus surat apa-apa ke kelurahan akan kami berikan catatan khusus, ini bisa dilakukan dari data yang dicatat para satgas," jelas Sri Indriyati, Lurah Pandean Lamper.

Sigit melanjutkan, keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat, bukan hanya kepolisian dan pebisnis sepeda motor. Dengan adanya KSH diharapkan budaya bersepada motor yang aman bisa dimulai dari lingkup masyarakat terkecil dan berdampak pada skala lebih besar.

Setelah Semarang, Astra Motor juga berencana membawa program KSH ke Sulawesi Selatan sambil melihat perkembangan program ini dalam enam bulan, sampai Juli 2015. Selama enam bulan itu juga, seluruh 45 KSH yang ada dikompetisikan, mencari mana yang paling apik mengampanyekan keselamatan berkendara.

"Nanti kami sudah siapkan hadiah menarik bagi kampung yang paling bagus rekor kampanye keselamatannya," tukas Sigit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X