Kompas.com - 14/04/2014, 14:34 WIB
Aktivitas jual beli di showroom Maruti Suzuki, India. Diharapkan pameran akan kembali menggairahkan pasar. BloombergAktivitas jual beli di showroom Maruti Suzuki, India. Diharapkan pameran akan kembali menggairahkan pasar.
|
EditorAris F. Harvenda
Delhi, KompasOtomotif - Pasar otomotif di India periode April 2013-Maret 2014 (tahun fiskal 2013) tercatat naik 3,53 persen, atau menjadi 18,4 juta unit, dari periode yang sama tahun sebelumnya, hanya 17,7 juta unit. Jumlah itu merupakan hasil penjualan semua jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil penumpang, komersial, dan lain sebagainya.

Jika diurai, penjualan mobil penumpang turun 6,12 persen menjadi 2,503 juta unit dari sebelumnya 2,66 juta unit. Performa merek-merek lokal, seperti Maruti, Tata, dan Mahindra juga tergerus 4,65 persen menjadi 1,7 juta unit. Sementara penurunan terbesar dialami penjualan mobil komersial hingga 20,23 persen menjadi 623.738 unit.

Secara total, pasar mobil di India periode tahun fiskal 2013 memang masih naik 3,53 persen dibandingkan periode sebelumnya. Tapi, penurunan performa dari kendaraan komersial membuat 150.000 orang kehilangan pekerjaan di industri otomotif dan industri pendukungnya.

Pensiun Dini
Sejumlah pabrikan berusaha bertahan, dengan kondisi perekonomian yang goyah dalam dua tahun terakhir. Mencoba mendongkrak penjualan dan meningkatkan efisiensi produksi saja belum cukup mengatasi situasi ini. Mereka harus memulangkan sejumlah pekerja untuk menjaga neraca perusahaan tetap seimbang.

Tata Motors merupakan salah satu perusahaan yang melakukan efisiensi, dengan menawarkan 600 pekerjanya untuk pensiun dini, mulai Maret lalu. Ashok Leyland melakukan hal serupa pada 500 pekerjanya, dengan paket pensiun yang menarik, tahun lalu.

Tren penurunan pasar membuat sejumlah merek harus menghadapi penumpukkan stok. Pengumuman budget belanja pemerintah yang diumumkan Februari lalu, berhasil menaikkan sedikit penjualan, tapi belum terlalu signifikan. Pasalnya, insentif pajak belum dikeluarkan yang diharapkan akan diberikan pemerintah.

Asosiasi Industri Otomotif India (SIAM) memprediksi total penjualan tahun fiskal 2014 akan naik 6 persen, didorong oleh sektor manufaktur, investasi baru, dan kapasitas baru di industri otomotif India. "Apapun yang pemerintah siapkan, saya berharap ada kestabilan dalam kurs dan pengurangan pajak. Kami terlalu terbebani oleh pajak," jelas Virkam Kirloskar, Presiden SIAM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Rushlane
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.