JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai untuk kebutuhan mobilitas harian terbukti jauh lebih hemat dibandingkan jika memakai kendaraan konvensional berbahan bakar fosil.
Temuan tersebut, disebutkan National Project Manager Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles in Indonesia (ENTREV) Eko Adji Buwono, diperoleh dari hasil studi yang dilakukan pihaknya pada ojek online (ojol).
"Dengan menggunakan sepeda motor listrik pengendara bisa lebih hemat 81 persen. Sebab, untuk energi yang dibutuhkan untuk motor biasa sekitar Rp 70.000 per hari. Belum lagi biaya perawatan yang kalau diambil rata-rata Rp 5.000 per hari,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/6/2024).
Artinya, kata Eko, ada efisiensi yang cukup signifikan bagi pengendara motor listrik karena biaya operasional per hari hanya Rp 61.000 sedangkan motor biasa membutuhkan Rp 75.000 per hari
Apalagi, sejauh ini sudah banyak pihak swasta yang menawarkan penyewaan baterai, alhasil ini makin mendorong pengeluaran biaya lebih hemat dan efisien.
"Karakteristik sewa menyewa atau subscription sumber daya (baterai) di BEV (Battery Electric Vehicle) ini yang tidak terdapat dalam ICE (Internal Combustion Engine), dan ini bisa menjadi keunggulan yang unik yang bisa membuat pemilik kendaraan ICE beralih ke BEV," kata Eko.
Pada kesempatan yang sama, Director ECGO William Teng mengharapkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia cepat terbentuk, khususnya melalui kendaraan ojek online yang setiap harinya memiliki mobilitas yang tinggi.
ECGO mencatat dari 120 juta sepeda motor di Indonesia, 12 juta digunakan untuk kebutuhan logistik, ojol, pengiriman makan dan layanan kurir.
https://otomotif.kompas.com/read/2024/06/02/202100315/lebih-hemat-hitungan-biaya-pemakaian-motor-listrik-buat-ojol