Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kesalahan Pengemudi yang Bisa Bikin Mobil Matik Gagal Menanjak

KLATEN, KOMPAS.com - Mobil matik memiliki sistem otomatis terkait perpindahan rasio percepatan pada roda giginya. Sehingga, pengemudi dapat mengoperasikan mobil matik lebih praktis tanpa harus menyesuaikan posisi tuasnya.

Namun, saat dalam kondisi menanjak, posisi tuas transmisi pada mobil matik sebaiknya tetap dioperasikan secara manual guna mendapatkan tenaga sesuai kebutuhan.

Artinya, ada peluang sistem pada mobil matik mengalami kesalahan perpindahan rasio percepatan saat pengemudi hanya memposisikan tuas matik tetap di D saja saat menanjak.

Hasan Ariyanto, Pemilik Mandiri Auto Klaten mengatakan dibutuhkan pengemudi yang kompeten untuk membuat mobil mampu melibas tanjakan, meski jenis transmisinya matik.

“Transmisi matik memang perpindahan percepatannya bisa mengikuti sistem, artinya meski tuas transmisi tetap berada di D, sistem akan otomatis menyesuaikan rasio sesuai kebutuhan, jadi tidak perlu dipindah-pindahkan,” ucap Hasan kepada Kompas.com, Sabtu (2/3/2024).

Namun, sistem juga akan membuat percepatan berubah secara otomatis berdasarkan pembacaan beberapa sensor seperti kecepatan laju kendaraan, putaran mesin, sensor pembukaan pedal gas dan sebagainya.

Terkadang rasio percepatan bisa berubah di luar harapan, dampaknya tarikan mesin menjadi lebih berat. Maka dari itu Hasan menyarankan pengemudi bisa memindahkan tuas matik pada posisi percepatan rendah.

“Misal 1 atau 2, sebenarnya itu sebagai pembatas agar rasio percepatannya tidak naik melebihi keinginan pengemudi, sehingga torsi akan menjadi lebih besar dan meningkatkan peluang dapat melibas tanjakan,” ucap Hasan.

Dengan berpindahnya rasio lebih dini karena pembacaan oleh sistem saat tuas matik di D, maka secara otomatis akan membuat mobil matik terkesan lebih berat saat menanjak, menurut Hasan.

Muchlis, Pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan saat menanjak mobil membutuhkan ancang-ancang, sehingga akan dapat momentum.

“Dengan adanya gaya dorong, akan membuat mobil lebih ringan dalam menghadapi jalan menanjak, berbeda dengan menanjak tanpa memiliki ancang-ancang,” ucap Muchlis kepada Kompas.com, Sabtu (2/3/2024).

Khusus pengguna mobil matik, pengemudi bisa memanfaatkan fitur perpindahan rasio percepatan secara manual agar torsi yang dihasilkan lebih besar sesuai keinginan.

https://otomotif.kompas.com/read/2024/03/02/164200015/kesalahan-pengemudi-yang-bisa-bikin-mobil-matik-gagal-menanjak

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke