Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

CCTV dan Identitas Penumpang Bisa Tingkatkan Keamanan Bus AKAP

KLATEN, KOMPAS.com - Keamanan bus AKAP menjadi sorotan, pasalnya kasus pencurian marak terjadi menyasar benda-benda berharga yang memang sengaja ditenteng oleh penumpang.

Seiring berkembangnya layanan perusahaan otobus (PO) dengan meningkatkan kenyamanan dalam kabin serta servis makan yang mewah, namun dari sisi keamanan justru agak terabaikan.

Pencurian pada penumpang bus AKAP kerap menggunakan modus yang berulang, yaitu mengganti barang curian dengan buku tebal dan keramik untuk mengelabui korban.

Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan, seharusnya PO di Indonesia belajar dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam menerapkan keamanan penumpang selama perjalanan.

"PO-PO itu harusnya tiru KAI, biar nyaman orang naik bus. Keamanan, kenyamanan, keselamatan penumpang terjamin," ucap Joko kepada Kompas.com, belum lama ini.

Djoko mengungkapkan, beberapa hal yang bisa ditiru PO dari PT KAI di antaranya pemasangan CCTV di dalam armada dan pencatatan identitas setiap penumpang sehingga ketika ada kejadian kejahatan, operator bisa dengan mudah melacak pelaku.

"Pengusaha bus itu ingin tahu siapa pencurinya dia bisa lihat dari CCTV-nya. Cuma ada nggak kewajiban CCTV (di PO-PO)? Saya kira sekarang CCTV murah lah ya," ucapnya.

Menurutnya, fasilitas CCTV di dalam bus AKAP seharusnya menjadi standar minimum (SPM) setiap PO di Indonesia sehingga ketika ada kejahatan di dalam bus bisa diinvestigasi.

Oleh karenanya, dia meminta agar regulator atau dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memasukkan pemasangan CCTV sebagai salah satu indikator SPM PO bus di Indonesia.

"Seperti seatbelt itu aturannya sudah ada tapi pemerintah belum mewajibkan, termasuk CCTV nanti saya minta pemerintah untuk diubah SPM-nya," ungkapnya.

Kemudian, PO bus bisa meminta penumpang memasukkan identitas diri ketika membeli tiket seperti sistem ticketing yang telah diterapkan PT KAI.

Sistem ini bisa diterapkan di bus-bus dengan rute jarak jauh, sedangkan untuk bus jarak pendek akan sulit dilakukan karena penumpang biasanya membeli tiket saat keberangkatan secara langsung.

"Dengan demikian bisa diinvestigasi bila ada nomor KTP, PT KAI itu lengkap sehingga yang mencuri pasti ketahuan," ucap Djoko.

Selain itu, pihak PO juga bisa menerapkan aturan untuk menurunkan seluruh penumpang dan mengunci pintu bus ketika bus sedang berhenti di rest area. Dengan demikian, tidak ada satupun orang yang bisa di dalam bus ketika para penumpang meninggalkan barang bawaannya.

Direktur Angkutan Jalan, Direktorat Jenderal (Ditjend) Perhubungan Darat (Hubdar), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suharto mengatakan untuk menghentikan praktik pencurian barang penumpang bus yang kian meresahkan, PO perlu memasang CCTV pada kabin bus.

"Belum diwajibkan di wilayah antar kota antar provinsi, tapi saya sudah komunikasi dengan teman-teman operator mohon segera memasang CCTV supaya bisa memberikan keamanan para penumpang bus," ucap Suharto pada keterangan resmi, Kamis (28/12/2023).

Jadi, keamanan bus AKAP juga perlu diperhatikan bagi semua pihak, tidak hanya layanan kenyamanannya saja yang ditingkatkan agar semua berjalan selaras dengan harapan konsumen.

https://otomotif.kompas.com/read/2024/02/24/161200315/cctv-dan-identitas-penumpang-bisa-tingkatkan-keamanan-bus-akap

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke