Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sudah Banyak Korban, Kapan Para Pelaku Balap Liar Bakal Tobat?

Dalam video yang diunggah akun Instagram, afmotoshop, usai kecelakaan masyarakat yang berdiri di pinggir jalan diduga menonton balapan liar bingung harus melakukan apa karena korban tak bergerak di atas aspal.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, hampir di semua negara di dunia pelaku balap liar didominasi oleh remaja yang haus eksistensi dan pembuktian diri.

"Rata-rata pengemar otomotif yang sudah dewasa ataupun tua pernah melakukan hal tersebut," ungkap Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Balap liar yang dilakukan remaja merupakan proses natural karena mencari sesuatu untuk merasa hebat dan bisa diakui oleh mayarakat atau kelompok.

"Itu dilakukan oleh kelompok orang yang mencari eksistensi dan biasanya kelompok usia remaja," katanya.

"Balap liar ini adalah fenomena yang sejak dulu, bahkan sejak sebelum zaman Ali Sadikin (Gubernur Jakarta) sudah dilakukan, baik roda dua maupun roda empat," kata Jusri.

Karena itu perlu adanya sistem komperhensif yang bisa menekan angka balapan liar.

Polisi sebetulnya tidak tinggal diam namun memang balap liar seperti jamur di musim hujan. Saat pengawasan kendur maka akan bermunculan lagi secara sporadis.

Pada 2022 contohnya, Polda Metro Jaya gencar menggelar ajang "balap liar legal" yang difasilitasi kepolisian, bertajuk Street Race.

Setelah diadakan beberapa kali, Street Race yang kemudian juga merambah balapan mobil diklaim kurangi balap liar. Jumlah aduan masyarakat mengenai balap liar juga berkurang.

https://otomotif.kompas.com/read/2024/01/28/090100215/sudah-banyak-korban-kapan-para-pelaku-balap-liar-bakal-tobat-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke