Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Konsumen Ferrari Purosangue Bukan Orang Kaya Baru

JAKARTA, KOMPAS.com - Lahir sebagai crossover SUV, Ferrari Purosangue punya tampilan yang elegan tapi tetap khas Ferrari. Di Indonesia konsumennya pun khusus, yaitu bukan orang kaya baru, yang tahu Ferrari.

Bisa dipahami sebab citra yang melekat dengan Ferrari ialah supercar, dan selama ini tak sedikit orang bermimpi suatu saat memiliki Ferrari karena terpesona dan ingin mengendarai supercar.

"Yang pasti mereka istilahnya bukan yang pertama punya Ferrari. Karena tidak mungkin mereka cari mesin V12 NA pula," ucap Nini Chiandra, General Manager Eurokars Prima Utama, official Ferrari Importer di Indonesia, Rabu (13/9/2023).

Nini mengatakan saat ini model Ferrari yang paling laris ialah 296 (GTS dan GTB) kemudian juga Ferrari Roma. Namun Nini keberatan jika disebut model-model yang laris saat ini lebih banyak disumbang model entry level.

"Banyak tipe juga, jadi mereka menyesuaikan dengan selera dan kedua dengan kantong masing-masing. Kalau sekarang terus terang saja saat ini (yang laris) 296 dan Roma," kata Nini.

"Kita tidak bisa bilang itu entry level juga karena masing-masing punya karakter masing-masing, karena entry level artinya murah, tapi tidak dengan kita," ungkapnya.

Selain tampilan crossover mesin jadi keunggulan Purosangue, karena jantung V12 serupa supercar top level Ferrari. Walau tampilannya bukan supercar suara mesin yang dihasilkan dari knalpot terdengar sangar.

Mesin 6.500 cc itu menghasilkan 715 TK dan torsi 716 Nm. Tenaga disalurkan ke empat roda dengan transmisi dual clutch delapan percepatan. Distribusi bobotnya 49:51, mendekati seimbang antara depan dan belakang.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/09/14/120200215/konsumen-ferrari-purosangue-bukan-orang-kaya-baru

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke