Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Status Konsesi Dinilai Penghinaan buat Honda dan Yamaha

JAKARTA, KOMPAS.com - Honda dan Yamaha menjadi dua pabrikan yang terpuruk performanya pada MotoGP musim ini. Bahkan, muncul wacana untuk memberikan status konsesi pada kedua pabrikan tersebut. Namun, ada juga yang menilai itu sebagai penghinaan.

Dengan status konsesi, maka suatu pabrikan akan mendapatkan keuntungan lebih dibandingkan tim pabrikan lainnya. Tapi, status ini diberikan kepada pabrikan yang belum kompetitif.

Beberapa keuntungannya, seperti dapat jatah mesin lebih banyak, mesin tidak disegel, pengembangan mesin bisa dilakukan di musim yang berjalan, jatah wildcard lebih banyak, pebalap tes bebas memilih sirkuit, jatah pengetesan juga lebih banyak.

Sehingga, pabrikan yang mendapat status konsesi bisa lebih cepat mengejar ketertinggalan dari pabrikan lainnya. Status ini akan dicabut jika pabrikan tersebut sudah mengumpulkan enam poin.

Juara pertama mendapat tiga poin, juara kedua mendapat dua poin, dan juara ketiga mendapat satu poin. Jika selama dua tahun tidak mencapai enam poin, maka musim berikutnya akan dimulai lagi dari nol.

Untuk membantu Honda dan Yamaha keluar dari keterpurukan, Direktur Olahraga MotoGP Carlos Ezpeleta, memiliki rencana untuk memberikan status konsesi kepada Honda dan Yamaha. Tentunya, dengan mengubah aturan yang berlaku.

Namun, beberapa pihak merasa usulan tersebut kurang tepat. Dengan memberikan status konsesi terhadap Honda dan Yamaha, maka sama saja melakukan penghinaan, mengingat kedua pabrikan ini pernah lama mendominasi di MotoGP.

"Konsesi bukanlah pendekatan yang tepat. Para orang Jepang itu juga tidak menginginkannya, karena proses seperti itu sama saja dengan penghinaan," ujar Stefan Pierer, CEO KTM, dikutip dari Speedweek.com, Sabtu (29/7/2023).

Menurutnya, usulan seperti itu bisa melukai kehormatan para orang Jepang. Namun, Stefan menyarankan agar Honda dan Yamaha diberikan waktu pengetesan lebih lama untuk bisa kompetitif lagi.

Menurut regulasi saat ini, status konsesi bisa diberikan jika pabrikan tidak mendapatkan podium satu pun dalam satu musim. Tapi, Honda dan Yamaha sudah merasakannya di musim ini.

Muncul kekhawatiran jika Honda dan Yamaha tidak juga kompetitif, keduanya akan hengkang dari MotoGP, seperti yang dilakukan Suzuki.

"Saya pikir diskusi saat ini tentang peraturan tersebut masuk akal. Sekarang kita tunggu dan lihat apa yang akan terjadi. Penting bagi kami untuk mempertahankan dua pabrikan Jepang di kejuaraan," kata Stefan.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/07/30/084100515/status-konsesi-dinilai-penghinaan-buat-honda-dan-yamaha

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke