Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Impresi Perdana Mengendarai All-New Mazda CX-60, Bertenaga dan Lincah

JAKARTA, KOMPAS.com - All-New Mazda CX-60 akhirnya dipasarkan di Indonesia oleh PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) dan menjadi SUV termewah Mazda saat ini. Sebelum resmi diluncurkan, redaksi Kompas.com berkesempatan untuk mendapatkan impresi awal saat mengendarainya.

Secara desain, eksterior CX-60 masih memiliki bahasa desain yang kental seperti SUV Mazda lainnya. Grille dibuat besar dengan model honeycomb.

Bagian kap mesin juga terlihat cukup panjang, karena di baliknya terdapat mesin 3.3 L, 6-silinder sejajar, turbocharged.

Mesin tersebut diklaim mampu menghasilkan tenaga 280 tk pada 6.000 rpm dan torsi 450 Nm pada rentang 2.000 rpm hingga 3.500 rpm.

Bagian depan kurang terlihat agresif, karena lampu utamanya tidak didesain menyipit seperti pada beberapa model Mazda lainnya. Tapi, kesan elegan tetap bisa dirasakan dari tampilan luarnya.

Jika dilihat dari samping, dimensinya baru terlihat cukup panjang. Mobil ini memiliki panjang 4.740 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.686,5 mm, serta jarak sumbu roda 2.870 mm.

Sedangkan pada bagian belakang, lekuk bodinya membuat tampilannya terlihat kokoh. Selain itu, ada kesan sporty juga yang dibangun dengan penyematan spoiler kecil di bagian atas.

Saat masuk ke dalam kabin, kesan mewah langsung terasa pada SUV premium ini. Kabinnya terasa cukup lapang untuk redaksi yang mengetes dengan postur 157 cm.

Area dasbor terlihat minimalis dan banyak ruang kosong. Tapi, justru terlihat lebih elegan dan Mazda juga membuatnya dengan filosofi tertentu.

Konsep desain inilah yang disebut dengan The Concept of Ma. Konsep Ma bisa dikatakan sebagai keindahan di dalam ruang kosong. Konsep ini dibawa dari kamar tradisional pada rumah orang Jepang, di mana tidak banyak hiasan yang terdapat di dalamnya.

Untuk posisi berkendara, tidak sulit untuk mendapatkan posisi yang ergonomis. Sebab, setir dan kursi pengemudi bisa diatur sedemikian rupa. Pengaturannya juga sudah elektrik, cukup dengan menekan tombol, baik pada setir maupun joknya.

Meski dimensinya cukup besar, tapi saat dikendarai sangat nyaman dan tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan setir dan pedal gasnya.

Saat dicoba berakselerasi, gasnya responsif dan CX-60 juga dilengkapi dengan mode berkendara. Tinggal disesuaikan saja dengan kondisi jalan untuk mendapatkan traksi yang maksimal.

Meskipun dimensinya cukup tinggi, tapi bantingan suspensi tetap terasa nyaman saat dicoba untuk melaju secara zig-zag. Suspensi juga terasa empuk ketika melewati speed trap. Setirnya terasa akurat dan responsif ketika mobil diajak bermanuver ke kanan dan ke kiri.

Saat putar balik atau u-turn, radius putar setirnya juga cukup maksimal. Sehingga, tidak perlu mengambil posisi berkali-kali saat putar balik di jalanan yang tidak terlalu lebar.

Sayangnya, lokasi dan waktu pengetesan yang disediakan cukup terbatas. Sehingga, sulit untuk menggali lebih dalam potensi dari CX-60.

Meskipun, konsumen mobil ini mungkin tidak terlalu memikirkan soal isi bensin, tapi yang bikin penasaran tentu adalah konsumsi bahan bakarnya. Dengan mesin 3.300 cc, seberapa besar efisien yang bisa dihasilkan dengan bantuan teknologi mild hybrid.

Secara keseluruhan, impresi yang didapatkan dari mengendarai Mazda CX-60 cukup menyenangkan. Performa mesinnya terasa bertenaga dan mobilnya terasa lincah, meskipun dimensinya cukup besar. Lalu, yang paling terasa adalah kesan mewah dan elegan yang ditampilkannya.

Mazda CX-60 diimpor secara utuh dari Jepang dan saat ini dibanderol Rp 1.188.800.000.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/07/26/173100915/impresi-perdana-mengendarai-all-new-mazda-cx-60-bertenaga-dan-lincah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke