Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Dampak Buruk Menyalakan atau Mematikan AC Mobil Saat Putaran Mesin Tinggi

KLATEN, KOMPAS.com - Kompresor AC mobil terdiri dari dua bagian, yaitu puli dan komponen utama. Keduanya disatukan oleh magnetic clutch sebagai pengatur putaran kompresor.

Ketika magnetic clutch aktif maka kopling akan membuat puli dan komponen utama kompresor berputar seirama dengan putaran mesin.

Rupanya dari prinsip kerja tersebut ada pantangan bagi pengguna mobil untuk menghidupkan atau mematikan AC pada saat putaran mesin tinggi.

Business Development Rotary Bintaro, Kelvin Ong, mengatakan, ada kebiasaan buruk yang kerap dilakukan oleh pemilik kendaraan. Yaitu menghidupkan dan mematikan AC mobil saat putaran mesin masih tinggi.

“Sebab saat putaran mesin tinggi, otomatis putaran kompresor juga ikut tinggi. Apabila AC mobil tiba-tiba dimatikan atau dinyalakan dalam kondisi tersebut, maka kompresor mobil akan menanggung beban yang cukup besar,” ujar Kelvin dikutip dari Kompas.com, Rabu (28/6/2023).

Dampaknya, akan terjadi gesekan yang cukup besar pada puli kompresor AC dan center piece kompresor. Kelvin menyarankan, apabila pemilik mobil ingin menghidupkan atau mematikan AC sebaiknya dilakukan dalam kondisi berhenti atau saat putaran mesin sangat rendah di bawah 2.000 rpm.

“Biasanya pemilik mobil mematikan AC secara tiba-tiba karena kedinginan. Sebaiknya tunggu sampai mobil pelan atau berhenti, jangan dilakukan saat putaran mesin sedang tinggi,” katanya.

Kebiasaan tersebut menurut Kelvin dapat memperpendek usia kompresor, terutama pada bagian magnetic clutchnya.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/06/28/101200515/dampak-buruk-menyalakan-atau-mematikan-ac-mobil-saat-putaran-mesin-tinggi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke