Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Makin Banyak Orang Emosi di Jalan Raya

Salah satunya ialah video yang diunggah akun Instagram, Dashcam Owners Indonesia, yang memperlihatkan dua pengemudi mobil "ngotot-ngototan" di jalan hanya karena perkara sepele.

"Ketemu jagoannya jogja, dipepet dari lampu merah klebengan, cuma karna dikira kita “ngapain” di mobil. Kalo emang kita salah, kenapa cuma dipepet? Di setop sekalian dong sayang ????," tulis keterangan video dikutip Senin, (19/6/2023).

“Jadi sebelum memasuki kabin kendaraan, pastikan untuk menghilangkan emosi negatif atau yang berlebihan. Mengemudilah dengan emosi yang stabil,” kata Marcell kepada Kompas.com belum lama ini.

Marcell mengatakan, menjaga perasaan saat mengemudi merupakan hal penting. Sebab dengan perasaan yang positif sebelum mengemudi, pengemudi jadi tidak gampang tersulut emosi.

Marcell mengingatkan, sebesar 33 persen road rage bisa berujung pada kecelakaan. Jumlah tersebut sangat besar karena berarti sepertiga kecelakaan yang terjadi disebabkan karena adanya faktor emosi pengemudi.

“Untuk menciptakan pikiran yang positif sebelum berkendara, harus membangun kesadaran pribadi bahwa tidak ada gunanya kemarahan di jalan raya. Lebih baik mengalah karena akan membuat kita selamat,” ucap Marcell.

Pemahaman pengemudi tentang keselamatan juga perlu dikuasai dan dipraktikkan. Ingat, kendaraan adalah mesin yang dengan mudah bisa mencelakai orang lain, sehingga emosi harus dijaga.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/06/19/202200815/makin-banyak-orang-emosi-di-jalan-raya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke