Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Review Lengkap Toyota Agya, Bahas Desain hingga Biaya Kepemilikan

Pasalnya, Agya tak hanya dibekali dengan desain eksterior yang lebih modern, tetapi juga teknologi dan fitur keselamatan terbaru untuk menunjang pengemudi dan penumpang saat berkendara. Selain itu, mobil yang berada di segmen Low Cost Green Car (LCGC) ini juga memiliki kehematan bahan bakar yang cukup mumpuni.

Bagi Anda yang sedang mencari mobil perkotaan, bisa mempertimbangkan Toyota Agya yang dibanderol Rp 167,9 juta sampai Rp 253,6 juta.

Pertama dari sisi dimensi, Toyota Agya memiliki panjang 3.760 mm, lebar 1.665 mm, dan tinggi 1.505 mm, serta jarak sumbu roda 2.525 mm. Dimensi tersebut sedikit lebih kecil dibandingkan rivalnya yakni Honda Brio.

Melihat tampilan depan, fascia Toyota Agya didominasi dengan grill berbentuk horizontal, lengkap dengan list chrome dan emblem gambar burung. Sektor pencahayaan mobil ini juga sudah dilengkapi dengan LED dan illumination lamp.

Berlanjut ke bagian samping, tampilannya lebih dinamis dan modern dibanding dengan generasi sebelumnya. Di mana Agya anyar sudah dibekali dengan gagang pintu model pull up. Soal kaki-kaki, Agya menggunakan pelek model kipas dengan ukuran 14 inci, dibalut dengan ban 175/65.

Di bagian buritan, tampilan Agya anyar jauh lebih sporty dibandingkan versi sebelumnya. Garis tegas dan lekukan pada body belakang, serta spoiler kecil di bagian atap membuat tampilan mobil ini jadi lebih menarik.

Dari sisi interior, kabin Toyota Agya didominasi dengan warna hitam, dengan material plastik pada dasbor dan doortrim.

Bagian jok dilapisi material fabric dengan aksen belah ketupat. Pengaturan jok masih manual, dan belum dilengkapi dengan pengaturan ketinggian jok (hanya maju mundur dan rebah jok).

Setir mobil sudah menggunakan model palang tiga, dengan material kulit berwarna hitam dan sedikit aksen silver. Sebelah kiri setir, terdapat tombol audio steering switch. Meskipun, untuk pengaturan setir baru bisa tilt dan belum telescopic.

Menariknya, untuk tipe G CVT yang tim redaksi coba, pada belakang kemudi sudah terdapat tuas paddle shift yang dapat memberi pengalaman berkendara yang menyenangkan.

Dasbor ada layar hiburan 7 inci yang sudah mirrorlink, dengan sudah memiliki koneksi bluetooth. Kemudian di bawah head unit terdapat kisi-kisi AC dan pengaturannya yang sudah digital.

Toyota Agya juga telah mendapatkan peningkatan fitur safety. Diameter tromol rem belakang ditambah untuk meningkatkan daya pengereman, disinergikan dengan rem cakram di depan dan penggunaan fitur ABS+EBD.

Ada juga Rear Parking Sensor, Speed Sensor Lock, Alarm dan Immobilizer, Isofix serta Seat Belt Warning. Dual Airbags ada di seluruh tipe, lengkap dengan Vehicle Stability Control (VSC) dan Hill Start Assist (HSA) sebagai standar.

Lantas bagaimana dengan rasa berkendara Toyota Agya generasi anyar ini?

Saat tim redaksi menginjak pedal gas mobil untuk merasakan sensasi berkendara Toyota Agya, daya yang dihasilkan pada putaran bawah cukup responsif, begitu juga di putaran tengah. Perpindahan gigi cukup halus, tanpa ada efek jeda.

Kami juga sempat menggeser tuas ke S untuk mengendalikan perpindahan gigi secara manual melalui tuas paddle shift pada setir. Performa yang dihasilkan lebih terasa, selain itu pengemudi juga dapat merasakan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan.

Ketika diajak bermanuver pada kecepatan tinggi, handling Toyota Agya masih tergolong baik, serta memiliki bantingannya yang cukup halus. Dipadukan dengan body yang ramping, cocok dipakai untuk melintasi jalan Ibu Kota yang ramai lalu lintasnya.

Menyoal suspensi, Agya memiliki karakter empuk seperti city car pada umumnya. Hanya saja ketika melewati jalan rusak atau bergelombang, pengemudi dan penumpang masih merasakan guncangan namun tetap dalam kategori kompromi.

Di atas kertas, Agya dibekali mesin yang sama seperti Raize yaitu berkode WA-VE 1.200 cc 3 silinder Dual VVT-i, dikombinasikan dengan transmisi CVT untuk varian matiknya.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 88 tk pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 11,52 Nm pada putaran mesin hingga 4.500 rpm. Performanya cukup baik, jika dibandingkan dengan LCGC dari kompetitor.

Menyoal konsumsi bahan bakar, Toyota Agya juga layak mendapat apresiasi. Selama beberapa hari mencoba di jalur perkotaan, melewati macetnya jalan Ibu Kota pada jam masuk kantor, konsumsi BBM rata-rata bisa mencatatkan 12,6 kilometer per liter.

Namun tentu saja angka tersebut tidak bisa dijadikan patokan, mengingat banyak faktor yang mempengaruhi masalah konsumsi bahan bakar.

Mulai dari kondisi jalan, jarak tempuh, gaya berkendara, bahan bakar yang digunakan, kondisi kendaraan, beban barang yang dibawa di kabin, dan sebagainya.

Sementara soal biaya perawatan Agya hingga 100.000 Km atau usia pemakaian 5 tahun, menyentuh angka Rp 105.401.092, atau pemilik harus mengeluarkan dana sekitar Rp 702.673 per bulannya.

Angka tersebut sudah meliputi biaya konsumsi bahan bakar selama 5 tahun, perawatan atau servis kendaraan dan juga pajak mobil pertahun.

Singkatnya, Toyota Agya bisa menjadi pilihan bagi Anda yang mengincar mobil perkotaan dengan desain kendaraan yang ringkas dan irit bahan bakar.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/05/24/080200215/review-lengkap-toyota-agya-bahas-desain-hingga-biaya-kepemilikan-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke