Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jangan Membuntuti Kendaraan Prioritas, Bikin Celaka Diri Sendiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan prioritas memiliki hak utama di jalan raya saat sedang bertugas. Misal ambulans yang sedang menjemput atau mengantar pasien, kalau bertemu di jalan harus diberi ruang melintas.

Tapi, setelah ambulans tadi melintas, jangan coba-coba untuk mengambil untung diri sendiri dengan membuntutinya. Berada di belakang kendaraan prioritas bukan tempat yang aman dan ada risiko kecelakaan.

Misal pada video yang diunggah akun dashcamindonesia, ditampilkan pengendara motor yang membuntuti ambulans yang melintas. Tidak lama berselang, ambulans yang mengerem mendadak membuat pengendara tadi jatuh dari motornya.

Sudah jelas, membuntuti ambulans saat sedang bertugas bukan kelakuan yang menguntungkan, tapi bisa bikin celaka.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, bagi pengguna jalan memang sangat tidak disarankan membuntuti kendaraan prioritas, apalagi saat melaju di keramaian dan jaraknya terlalu dekat.

"Kendaraan prioritas tersebut biasanya akan secara tiba-tiba mengerem ataupun berpindah lajur agar kendaraannya bisa lewat lebih cepat jadi susah untuk diprediksi," kata Agus kepada Kompas.com, Selasa (16/5/2023).

Biasanya, orang yang membuntuti ini menginginkan agar bisa lebih cepat di jalan. Padahal, risiko celakanya malah lebih besar, apalagi kalau tidak jaga jarak aman.

"Hal yang perlu dilakukan pengendara saat melihat ataupun akan dilewati kendaraan prioritas adalah cukup memberikan atau membuka jalan agar kendaraan tersebut bisa lebih cepat untuk menuju ke tujuannya," ucapnya.

Jadi selama di jalan, jangan coba cari untung dengan membuntuti kendaraan prioritas. Kondisi jalanan yang padat membuat ambulans melakukan manuver yang cukup ekstrem, tidak bisa diprediksi orang yang mengikutinya.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/05/16/180200515/jangan-membuntuti-kendaraan-prioritas-bikin-celaka-diri-sendiri

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke