Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Video Toyota Avanza Seruduk Truk Box, Sopir Diduga Ngantuk

BANJAR, KOMPAS.com - Video viral di media sosial memperlihatkan kecelakaan yang melibatkan Toyota Avanza dengan truk boks Mitsubishi Canter alias "kepala kuning" di jembatan penyeberangan.

Dalam video yang diunggah akun TikTok newbanjarbanget11 kejadian tersebut terjadi di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah di Cijolang, Kota Banjar, sekitar pukul 17.01 WIB pada Minggu (30/4/2023).

Dalam video terlihat truk memang sedikit melebar melewati garis tengah jalan karena di kirinya ada motor.

Sedangkan Avanza warna merah yang datang dari arah berlawanan melenceng ke kanan dan menabrak bagian belakang truk.

Tidak ada penjelasan mengapa Avanza tersebut bisa oleng ke kanan dan menabrak bagian belakang truk hingga akhirnya terguling. Spekulasi paling logis ialah sopir mengantuk atau tidak konsentrasi karena bermain ponsel.

Mengantuk merupakan hal manusiawi, Namun jika memaksakan diri menyetir mobil sambil mengantuk maka jelas bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan, mengantuk bisa membuat pengemudi berada di posisi setengah sadar.

“Artinya, mata tidak bisa membaca lalu lintas dengan benar dan otak sudah tidak dapat merespon situasi lingkungan,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Sony bilang kalau pengemudi yang mengantuk, setengah dari pikirannya sudah berada di bawah alam sadar. Jadi tentu ketika menyetir, pengemudi tidak bisa membaca situasi lalu lintas yang ada di depannya.

“Perilakunya loss, ketika mengemudi ya hanya lurus tanpa kontrol, dan berhenti ketika sudah menabrak objek di depan atau samping kiri kanannya,” kata Sony.

Adapun jika karena bermain ponsel maka dipastikan sopir kurang konsentrasi.

Pemerhati masalah transportasi dan hukum Budiyanto, mengatakan, dalam perkara kecelakaan lalu lintas, faktor manusia menjadi penyebab kecelakaan paling banyak dan sopir umumnya memberi keterangan kurang konsentrasi.

"Kurang konsentrasinya para pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan, banyak hal yang melatar belakangi, antara lain sakit, lelah, menggunakan ponsel, terpengaruh alkohol, narkoba, tidak mampu mengendalikan kemudi, dan sebagainya," ucap Budiyanto.

Budiyanto mengatakan, beberapa hal yang dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi, misalnya kondisi fisik sedang tidak sehat, berada di bawah pengaruh obat-obatan, mengantuk, dan bermain ponsel.

Ada dasar hukum yang mengatur tentang pengemudi yang tidak berkonsentrasi saat berkendara. Aturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 238.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/05/01/142100315/video-toyota-avanza-seruduk-truk-box-sopir-diduga-ngantuk

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke