Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ekspor Mobil Buatan Indonesia Naik 39,9 Persen di Kuartal I

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja pengkapalan kendaraan bermotor roda empat atau lebih buatan Indonesia alias ekspor secara utuh (completely built-up/CBU) selama tiga bulan pertama di tahun ini, mengalami pertumbuhan pesat.

Diolah dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kenaikn tersebut mencapai 39,9 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, atau Januari-Maret 2022 yakni 95.720 unit menjadi 133.928 unit.

Hasil ini, sejalan dengan pertumbuhan produksi yang mencapai 5,7 persen setelah sempat terdampak pandemi Covid-19. Di satu sisi, penjualan mobil di pasar dalam negeri atau domestik juga naik 7 persen menjadi 282.125 unit.

Adapun secara bulanan, berurutan ekspor CBU di awal tahun ini ialah 44.355 unit, 45.435 unit, dan 44.138 unit di Maret 2023. Sehingga, sementara periode Februari 2023 jadi yang paling tinggi.

Kondisi serupa terjadi untuk realisasi ekspor komponen otomotif dari Tanah Air, di mana naik signifikan yaitu 75,2 persen secara tahunan. Secara volume, sepanjang Januari-Maret 2023 total ekspor komponen mencapai 44.812.414 pis.

Sayangnya, ekspor mobil secara terurai atau dikenal sebagai Completely Knocked Down (CKD) mengalami perlambatan sampai 30 persen dari kuartal I/2022. Yakni, 14.755 set unit dari sebelumnya mampu mencetak 21.070 set unit.

Secara keseluruhan, Daihatsu-Toyota masih jadi kontributor utama pada aktivitas ekspor kendaraan dari Indonesia. Lihat saja, mobil keluaran pabrik Astra Daihatsu Motor (ADM) yang sudah diekspor total selama Januari-Maret 2023 capai 47.711 unit.

Angka tersebut, menguasai 35,6 persen dari total ekspor CBU yaitu 133.928 unit. Sementara tepat di bawahnya, ada Toyota dengan penguasaan 24,8 persen alias 33.227 unit.

Untuk ekspor komponen juga demikian, di mana Toyota sangat aktif dan dominan dalam mengirim beberapa komponen tertentu ke negara tujuan. Tercatat, ada 42.381.610 pis yang dikirim perseroan selama kuartal I/2023 alias 94,6 persen.

Namun dalam hal ekspor CKD, Toyota masih kalah dari Mitsubishi Motors yang kini menguasai 57,7 persen dari total kinerja ekspor mobil secara CKD, yaitu 8.520 set unit.

Lebih lanjut, berikut kinerja ekspor mobil dari Indonesia selama kuartal I/2023;

Ekspor CBU:

1. Daihatsu: 47.711 unit
2. Toyota: 33.227 unit
3. Mitsubishi Motors: 21.004 unit
4. Suzuki: 12.477 unit
5. Hyundai - HMMI: 11.321 unit
6. Honda: 5.494 unit
7. Isuzu: 2.240 unit
8. Hyundai - HIM: 180 unit
9. DFSK: 116 unit
10. Hino: 115 unit
11. Wuling: 43 unit

Ekspor CKD:

1. Mitsubishi Motors: 8.520 set unit
2. Toyota: 5.650 set unit
3. Suzuki: 576 set unit
4. DFSK: 9 set unit
5. Wuling: -

Ekspor komponen otomotif:

1. Toyota: 42.381.610 pis
2. Honda: 1.312.608 pis
3. Hino: 1.110.638 pis
4. Suzuki: 7.558 pis

https://otomotif.kompas.com/read/2023/04/17/174924515/ekspor-mobil-buatan-indonesia-naik-399-persen-di-kuartal-i

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke