Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pembatasan Pesanan Prinsipal, Berimbas pada Inden Lexus Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan Toyota Motor Corporation (TMC) untuk membatasi jumlah pesanan Lexus di Jepang karena adanya keterbatasan pasokan komponen cip semikonduktor tahun ini, berdampak terhadap distribusi kendaraan ke Indonesia.

Dikatakan General Manager Lexus Indonesia Bansar Maduma, hal tersebut membuat waktu inden beberapa produk Lexus jadi sedikit lebih lama. Pada jajaran elektrifikasi, kini rata-rata masa tunggunya sekitar enam bulan.

"Keputusan itu pasti berdampak ke kami. Mostly dampaknya itu ke produk elektrifikasi karena masih ada kesulitan pada suplai baterai juga," katanya saat ditemui di Jakarta, Senin (13/3/2023).

"Rata-rata sekarang (inden) sekitar enam bulan. Tetapi tergantung model juga," lanjut Bansar.

Sebab diketahui, Lexus menggunakan lebih dari 1.000 cip semikonduktor. Lebih besar daripada Toyota yang umumnya hanya menggunakan ratusan saja. Sementara untuk model elektrifikasi, tentu kebutuhan komponen terkait lebih besar lagi.

Lebih jauh, kekurangan cip tersebut berdampak pada beberapa aplikasi di mobil dari kunci remote control sampai perlengkapan audio dan beberapa fitur lain.

"Meski begitu, kami usahakan secara komposisi distribusi dimaksimalkan untuk yang elektrifikasi. Karena seperti RX itu, kami masih menjual yang mesin konvensional. Jadi sekarang bagaimana ke depannya memaksimal yang non-konvensional," kata Bansar.

Adapun langkah memaksimalkan produk elektrifikasi Lexus juga sejalan dengan target perseroan untuk hanya menjual kendaraan listrik pada 2035 mendatang, mencangkup hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan battery electric vehicle (BEV).

Dalam kesempatan sama, Bansar juga menjelaskan saat ini kontribusi kendaraan elektrifikasi dari Lexus mencapai 30 persen dari total penjualan Lexus di pasar domestik. Dari jumlah itu, 10 persennya merupakan produk BEV yakni UX300e.

"Kalau dilihat dari tahun kemarin, karena kita dapat order untuk memenuhi mobilitas di G20, itu sekitar 10 persen (market share)," kata dia.

Sebelumnya, berdasarkan laporan Asia.nikkei.com Kamis (19/1/2023) lalu, Toyota terpaksa membatasi pesanan untuk Lexus di Jepang karena krisis cip semikonduktor. Proyeksi perseroan, hal ini berlanjut hingga akhir 2023.

Batas pesanan dapat menyebabkan hilangnya peluang penjualan. Sehingga, sangat penting untuk membangun kembali jaringan pasokan.

Jarang sekali ada produsen mobil yang membatasi pesanan untuk berbagai model mobil. Namun, Toyota telah menetapkan batas pemesanan untuk sembilan model di bawah merek Lexus di Jepang.

Jumlah batasan bervariasi menurut diler, dan setelah terjual habis, tidak ada lagi pesanan yang dapat diambil.

Jajaran produk Lexus di Indonesia sendiri, semuanya masih dipasok atau impor secara utuh dari Jepang. Sehingga keputusan itu tentu memiliki dampak baik secara langsung maupun tak langsung.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/03/14/090200215/pembatasan-pesanan-prinsipal-berimbas-pada-inden-lexus-indonesia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke