Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Waspada Trik Curang Oknum Pedagang Mobil Bekas

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pasar mobil bekas memang tak pernah sepi. Mulai mobil tahun 90-an hingga keluaran 2022 banyak ditemui baik secara daring maupun langsung di diler.

Tidak sedikit mobil-mobil bekas tersebut masih dalam kondisi bagus, namun konsekuensinya harganya pun masih cukup tinggi. Selain itu, biasanya dinego pun masih susah dikasih oleh pedagang.

Namun, tidak menutup kemungkinan mobil-mobil tersebut dalam kondisi apa adanya, dalam artian memiliki kerusakan yang nampak dan itu juga akan berimbas ke harga jualnya yang lebih murah.

Tapi sayangnya, tidak semua pedagang mobil mau jujur, bahkan sebagian besar pedagang selalu mencari cara agar dapat menutupi kekurangan mobil bekas yang dijualnya agar harga mobil tidak terlalu anjlok.

Terdapat beberapa trik curang pedagang untuk mengelabui calon pembeli. Salah satunya adalah menghilangkan bunyi kasar pada mesin dengan mengganti oli yang lebih kental.

Foreman Nissan Bintaro Ibrohim, mengatakan sudah ada sejak lama bahwa trik-trik curang itu dilakukan oleh oknum pedagang mobil bekas.

“Sejak saya muda, yang namanya mobil bekas itu memang perlu diwaspadai, dalam artian jangan mudah percaya dengan omongan pedagang, sebab tidak semua pedagang mau jujur dengan kondisi mobilnya, namanya juga cari untung,” ucap Ibrohim kepada Kompas.com, Selasa (10/1/2023).

Dia mengatakan misalkan saja terjadi masalah pada bagian mesin yang menyebabkan suara mesin kasar, biasanya untuk biaya perbaikannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Untuk suara kasar di mesin, misal karena mobil tersebut pernah telat ganti oli hingga menyebabkan oil sludge atau oli habis, itu biasanya akan merusak metal-metal di dalam mesin,” ucap Ibrohim.

Dia mengatakan metal merupakan dudukan komponen mesin yang selalu berputar, sehingga ketika pelumasan kurang maksimal komponen ini mudah rusak.

“Seperti metal jalan yang ada di poros engkol, mereka menyatu dengan stang piston, metal ini berfungsi sebagai dudukan biar putaran poros engkol dengan piston tidak kocak dan lebih lembut, tapi bila pelumasan tidak optimal, metal ini akan mudah panas dan rusak,” ucap Ibrohim.

Dia mengatakan ketika metal ini rusak maka putaran poros engkol dan piston menjadi tidak lembut lagi.

“Ada kekocakan bila metal ini sudah rusak, bahkan dalam proses rusaknya terkadang menyisakan metal yang ikut berputar, sehingga bunyi kasar, berdecit antar logam pun tidak terhindarkan,” ucap Ibrohim.

Dia mengatakan kejadian tersebut berlaku di metal-metal dan komponen mesin lainnya. Setiap terjadi kerusakan metal pasti akan timbul bunyi kasar di mesin.

“Selain metal jalan, ada juga metal duduk yang mengikat di blok mesin dan poros engkol, ada juga poros cam yang juga bisa rusak bila terjadi masalah pelumasan mesin,” ucap Ibrohim.

Menurut Ibrohim bunyi kasar yang ditimbulkan oleh gesekan antar komponen yang rusak ini bisa diredam dengan oli yang lebih kental.

“Dengan oli yang lebih kental, maka bunyi tersebut akan tersamarkan, bahkan untuk mendapatkan suara mesin yang lebih lembut, pedagang yang curang bisa memasukan oli transmisi manual (MTF),” ucap Ibrohim.

Dia mengatakan dengan cara tersebut tentu suara mobil menjadi halus, namun performa mesin tidak adakan menjadi lebih berat karena olinya tidak sesuai.

“Biar mobil cepat laku, harga tidak anjlok, maka cara tersebut kerap dilakukan, karena dengan memperbaikinya akan memakan biaya cukup banyak, dan belum tentu juga dengan harga yang tinggi mobil tersebut bakal cepat laku,” ucap Ibrohim.

Maka dari itu, bagi Anda yang sedang mengincar mobil bekas diharapkan lebih teliti lagi dalam memilih mobil. Jangan sampai, oli mesinnya sudah diganti dengan oli transmisi manual.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/01/10/124200515/waspada-trik-curang-oknum-pedagang-mobil-bekas

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke