Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Dampak Mengganti Aki Mobil Lebih Besar dari Standar Pabrikan

KLATEN, KOMPAS.com - Aki merupakan komponen vital pada mobil. Bila komponen ini rusak, maka dipastikan mobil akan mengalami mogok.

Maka dari itu perlu segera dilakukan penggantian bila aki sudah mulai rusak agar tidak terjadi kendala di tengah perjalanan.

Namun, mengganti aki juga tidak bisa sembarangan, salah satunya tidak boleh mengganti aki terlalu besar kapasitasnya. Itu justru bisa membuat aki tidak awet.

Mekanik Shop & Drive Pondok Bambu Alfiyan Iqbal, mengatakan penggantian aki dengan yang lebih besar kapasitasnya boleh saja selama tidak berlebihan.

“Boleh saja sih kalau mau ganti aki yang lebih besar kapasitasnya, asal tidak berlebihan, tapi perlu memperhitungkan kemampuan dinamo ampere, jika tidak aki akan cepat tekor,” ucap Iqbal kepada Kompas.com, Selasa (1/11/2022).

Dia mengatakan penggantian aki yang terlalu besar justru bisa membuat aki cepat rusak karena tidak sesuai dengan kemampuan dinamo ampere.

“Hal itu ditandai dengan indikator aki berubah menjadi putih dan starter mulai terasa berat, padahal aki belum lama di ganti,” ucap Iqbal.

Dia juga mengatakan ada batasan maksimal dalam menaikkan kapasitas aki, itu merupakan batas yang masih bisa ditoleransi.

“Kalau di toko kami, jika pelanggan mau menaikkan ampere pasti dikasih tahu maksimal kenaikan ampera itu hanya 15 Ah dari standar pabrik, jika lebih dari itu pihak toko tidak akan memberikan garansi,” ucap Iqbal.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Pemilik One Aki Ceper Wawan, bahwa penggantian aki perlu memperhitungkan kemampuan dinamo ampere dalam melakukan pengisian daya.

“Kenaikan ampere lebih dari standar tidak masalah, asal tidak berlebihan, maksimal kenaikan 20 ampere, itu menurut saya masih aman,” ucap Wawan kepada Kompas.com, Selasa (1/11/2022).

Dia mengatakan dampak penggantian aki yang terlalu besar berpeluang membuat aki mudah tekor.

“Bila seharusnya aki penuh selama pemakaian satu jam, maka dengan aki yang lebih besar akan penuh setelah mobil dinyalakan selama satu setengah jam, dan sialnya tidak banyak pemilik mobil memikirkan hal itu,” ucap Wawan.

Jadi, wajar saja jika disimpulkan penggantian aki yang terlalu besar bisa membuat aki mudah tekor karena peluang aki tidak terisi penuh semakin besar.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/11/01/141200115/dampak-mengganti-aki-mobil-lebih-besar-dari-standar-pabrikan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke