Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jangan Nekat Mengganti Aki Mobil Lebih Kecil dari Standar Pabrikan

SEMARANG, KOMPAS.com - Aki merupakan komponen yang penting pada mobil, apalagi bicara dengan transmisi matik. Komponen ini menjadi sumber listrik untuk menyuplai kebutuhan perangkat elektronik pada mobil.

Selain itu, aki juga memiliki peran utama untuk menggerakkan motor starter guna menyalakan mesin di awal. Proses tersebut faktanya membutuhkan daya listrik yang cukup banyak.

Sehingga, kerap terjadi mobil tidak kuat starter, hal itu dikarenakan listrik yang disediakan oleh aki tidak mencukupi untuk bisa memutar mesin dengan baik. Sehingga, penggantian aki tidak boleh lebih kecil daripada standar pabrik.

Kepala Toko Shop & Drive Penggaron Suprawitno mengatakan aki yang diganti dengan kapasitas yang lebih kecil dari ketentuan pabrik bisa membuatnya cepat tekor karena aki bekerja lebih berat daripada biasanya.

“Bisa cepat tekor kalau aki mobil diganti dengan yang lebih kecil dari ketentuan pabrik, karena biasanya pabrik menentukan kapasitas aki berdasarkan kapasitas minimalnya, jadi kalau diganti lebih kecil lagi bisa bikin masalah,” ucap Supra kepada Kompas.com, Senin (31/10/2022).

Dia mengatakan dampak penggantian aki dengan yang lebih kecil bisa beragam tergantung dari seberapa banyak selisihnya.

“Kalau selisih kapasitas akinya terlalu jauh, bisa saja membuat mesin susah hidup karena motor starter tidak mendapatkan arus listrik yang sesuai kebutuhan untuk memutarkan mesin,” ucap Supra.

Dia juga mengatakan bila selisih kapasitasnya masih bisa ditoleransi, biasanya akan berdampak pada jangka panjang.

“Usia aki menjadi lebih pendek, misal biasanya aki akan rusak ketika sudah 2 tahun, ini bisa menjadi hanya 1 setengah tahun,” ucap Supra.

Hal itu bisa terjadi lantaran, kerja aki terlalu berat untuk mensuplai arus listrik pada mobil. Sehingga, lama-lama pengisian daya aki menjadi kurang optimal.

“Jika sudah demikian, aki menjadi tidak maksimal dalam menyimpan daya, ini karena sudah ada short di dalam sel aki, jadi aki menjadi cepat tekor, semenatara pengisian aki dari alternator tidak mampu mengimbanginya,” ucap Supra.

Bila aki sudah mengalami gejala tersebut, maka sewaktu-waktu aki menjadi susah starter.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/11/01/102200115/jangan-nekat-mengganti-aki-mobil-lebih-kecil-dari-standar-pabrikan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke