Salin Artikel

4 Komponen yang Bikin Performa Mobil Kembali Optimal

SEMARANG, KOMPAS.com - Tak sedikit pemilik mobil sering mengeluhkan performa mesin yang lama-kelamaan terasa loyo. Hal ini bisa disebabkan berbagai macam permasalahan teknis dari komponen utama. 

Salah satunya soal minimnya perawatan berkala. Dampak yang dirasakan sangat beragam, dari akselerasi yang turun sampai konsumsi BBM jadi lebih boros.

Hal tersebut bisa dijadikan indikator awal yang menandakan bila mobil butuh mendapat perhatian khusus. 

Menurut Bambang Tri Widayat Foreman Astra Daihatsu Majapahit Semarang, performa mesin yang turun bisa dikembalikan melalui treatment ke beberapa komponen penting, yakni ;. 

  • Filter Bahan Bakar

Jalur bahan bakar dari filter bensin, injektor dan busi yang kotor berakibat pasokan bahan bakar terlambat. Kemudian, sistem pembakaran mesin ikut menyesuaikan yang berdampak ritme kerja ruang bakar lebih lama. 

"Pertama, fokus perawatan membersihkan komponen-komponen utama jalur bahan bakar. Filter bahan bakar yang kotor berpengaruh terhadap pasokan bahan bakar yang masuk ke injektor," ucap Bambang dihubungi Kompas.com, Minggu (14/8/2022). 

Selanjutnya, menurut Bambang, urutan perawatan masuk ke area ruang bakar. Biasanya, kotoran karbon yang menumpuk bisa menyebabkan power tenaga mesin turun. 

Dengan demikian, kepala piston dan ruang bakar yang bersih kompresi pembakaran akan tetap baik. 

"Area ruang bakar mesin yang bersih berdampak rasio kompresi pembakaran tidak terganggu. Nilai plusnya tarikan mesin enteng dan bensin bisa irit," ucap Bambang. 

Usai jalur bahan bakar dan ruang bakar bersih, dilanjutkan perawatan jalur masuknya udara. Filter udara yang kotor bisa mempengaruhi data koreksi ECU terkait informasi pasokan udara ke ruang bakar. 

"Kalau pasokan udara terhambat, perangkat ECU akan menyesuaikan data kebutuhan udara dan bahan bakar yang tidak seimbang. Jadi, kebutuhan BBM tidak sesuai dan berakibat konsumsi bensin lebih boros," kata Bambang. 

Tak hanya itu, Bambang mengatakan, busi yang kondisinya terlalu kotor bisa berpengaruh pada tarikan mesin dan konsumsi BBM.

Karena itu, tahap akhir pembersihan elektroda busi dinilai tepat agar bisa mengembalikan performa ideal. 

"Pemeriksaan kondisi busi agar pengapian kembali normal. Bisa dilihat juga gap celah busi, kalau terlalu renggang lebih baik diganti," tutup Bambang. 

https://otomotif.kompas.com/read/2022/08/14/121200115/4-komponen-yang-bikin-performa-mobil-kembali-optimal

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.