Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tekan CO2, BMW Group Bakal Gunakan Pelek Ramah Lingkungan

JAKARTA, KOMPAS.com - BMW Group semakin melek soal isu lingkungan. Selain terus mengembangkan kendaraan rendah emisi, pabrikan asal Jerman ini juga akan membuat pelek ramah lingkungan.

Dikutip dari Thedrive.com, Rabu (13/4/2022), BMW berencana untuk membuat pelek dari sumber yang berkelanjutan dan menggunakan energi bersih pada 2024.

Banyak yang menganggap sepele langkah tersebut. Padahal, jika dilihat secara luas, BMW Group bisa menghasilkan hingga 10 juta pelek setiap tahunnya. Material yang digunakan 95 persen dari aluminium.

Menurut BMW, dari pembuatan pelek saja sudah bisa menyumbang 5 persen dari jejak langkah CO2.

Jumlah tersebut terkesan sedikit, tapi jika dibayangkan tiap mobil memiliki lima pelek, dikalikan dengan jumlah mobil yang diproduksi, maka akan sangat banyak.

BMW akan menggunakan aluminium yang berkelanjutan. Material tersebut diklaim dapat mengurangi emisi hingga 500.000 ton CO2 setiap tahunnya.

Untuk diketahui, aluminium merupakan material yang bisa didaur ulang. Ketika pelek sudah tidak digunakan, komponen ini masih bisa dilelehkan dan digunakan untuk membuat benda lainnya.

Tapi, bukan BMW i4 yang akan mendapatkan pelek tersebut untuk pertama kali. BMW justru akan menyematkannya pada Mini Countryman generasi terbaru.

Mini Countryman lansiran 2023, akan menggunakan pelek dari 70 persen aluminium untuk awal. Setelah itu, baru peleknya akan menggunakan material yang lebih ramah lingkungan.

Perubahan tersebut sudah dilakukan secara bertahap, yang dimulai dari 2021. BMW sudah menggunakan pelek dari pemasok di Arab Saudi yang memanfaatkan energi cahaya matahari untuk memproduksi pelek.

Namun, BMW belum mengumumkan apakah ada keuntungan yang diberikan dari segi performa dengan menggunakan pelek aluminium tersebut.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/04/13/171200015/tekan-co2-bmw-group-bakal-gunakan-pelek-ramah-lingkungan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke