Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Selama Libur Nataru Tidak Ada Penyekatan dan Ganjil Genap di Yogya

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan tidak akan ada penyekatan di kawasan Malioboro saat Natal 2021 dan tahun baru 2022.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, untuk Malioboro tidak diterapkan penyekatan. Namun, terdapat kemungkinan bahwa di kawasan Malioboro akan diterapkan sistem buka-tutup menjelang Nataru.

"Kita sekarang belum memutuskan apakah akan menerapkan buka-tutup, tapi kemarin alternatifnya buka tutup, itu saja. Kalau kondisi sudah terlalu penuh kita tutup, kalau sudah agak lengang ya kita buka," kata Heroe dilansir Kompas.com, Rabu (8/12/2021).

Selain tidak menerapkan penyekatan jalan, Pemkot Yogyakarta juga tidak memberlakukan aturan ganjil genap di ruas jalan menuju tempat wisata di kota Yogyakarta.

"Tidak ada ganjil genap, tidak ada yang lain, hanya antisipasi buka tutup. Fleksibel tergantung kondisi yang kita hadapi saja," kata dia.

Sementara untuk detail aturan ataupun kebijakan yang akan diberlakukan di Yogyakarta selama nataru masih akan menunggu revisi Instruksi Menteri Dalam Negeri.

"Ini bagian yg akan kita bicarakan detail kalo sudah ada surat Inmendagri-nya yang revisi itu. Akan kita tentukan pembatasan-pembatasan bagaimana. Jadi nanti kita akan rapat dengan tim Satgas, Kapolres, Dandim, dan teman-teman lainnya," ucap dia.

Sementara itu, aturan untuk bus Pariwisata yang akan masuk ke Kota Yogyakarta masih tetap diberlakukan one gate system. Hal ini dimaksudkan untuk mendata wisatawan yang masuk ke Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho mengimbau kepada pemilik perusahaan otobus (PO) pariwisata untuk selalu menaati peraturan one gate system.

One gate system adalah aturan untuk kendaraan wisata seperti bus masuk terlebih dahulu ke Terminal Giwangan untuk dilakukan pengecekan syarat-syarat perjalanan, seperti sertifikat vaksin.

"Untuk bus wisata yang masuk Kota Yogyakarta kepentingan apapun, saya tegaskan masuk ke Terminal Giwangan. Pemkot Yogyakarta berikhtiar melakukan cek dalam segi kesehatan, masuk kita skrining," kata Agus.

Dalam penerapan one gate system ini, ia mengaku masih menemukan bus-bus wisata yang nekat masuk Kota Yogyakarta tanpa melalui one gate system. Para pengemudi bus dan rombongan masih ada yang langsung menuju ke toko oleh-oleh atau menuju hotel.

"Itu jadi salah satu kekhawatiran juga jangan sampai yang tidak terskrining ini melakukan aktivitas," kata dia.

Dishub Kota Yogyakarta melakukan antisipasi dengan mendatangai lapangan secara langsung dan juga memanfaatkan pengawasan melalui CCTV yang ada.

"Kami note (catat) semua bus yang berperilaku seperti itu, langsung kita hubungi by phone (telepon). Kita minta kerja samanya, kami tidak bicara penegakan hukum tapi pengendalian covid ini menjadi bagian kita lakukan bersama," kata dia.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/12/09/111200915/selama-libur-nataru-tidak-ada-penyekatan-dan-ganjil-genap-di-yogya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke