Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mitos atau Fakta, Benarkah Ban RFT Tidak Bisa Pecah?

JAKARTA, KOMPAS.com - Run Flat Tire (RFT) merupakan teknologi yang tersedia pada mobil zaman now, karena industri mulai meninggalkan penggunaan ban serep.

Ban jenis ini biasanya tersedia pada mobil-mobil premium baik Eropa maupun Jepang.

On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, RFT merupakan teknologi ban tetap bisa digunakan meski dalam kondisi tanpa udara atau bocor. Mobil tetap bisa melaju dengan kecepatan dan jarak tertentu meski ban dalam keadaan kempis total.

Menurut Zulpata, ban RFT bisa saja pecah jika terbentur benda keras pada kecepatan tinggi dengan kondisi tidak ada angin atau kempes. Karena pada dasarnya RFT masih terbuat dari karet.

“Run Flat Tire atau RFT itu kasarnya ban tanpa angin. Misalnya ada bocor, atau tertusuk paku dan benda tajam lainnya, namun kemampuan masih mendekati ban normal atau masih ada tekanan angin, dengan syarat pada kondisi kecepatan, dan jarak tempuh tertentu,” ucap Zulpata saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/10/2021).

Dengan begitu, memungkinkan pengemudi bisa tetap melaju sampai ke bengkel terdekat untuk segera mengganti ban.

Zulpata menyarankan, dalam keadaan tersebut mobil tidak melebihi kecepatan 80 kilometer per jam (kpj).

Hal ini untuk mengurangi risiko jika pengendalian bisa tiba-tiba berubah. Ditakutkan, saat berbelok atau rem mendadak, kinerja ban tidak optimal sehingga bikin celaka.

“Umumnya kecepatan maksimal 80 km per jam, dengan jarak tempuh maksimal 80 sampai 120 Km. Tergantung klaim dari masing-masing pabrikan ban,” katanya.

Dahulu ban RFT yang sudah bocor dan masih digunakan akan terjadi kerusakan pada dinding ban sehingga harus diganti baru ketika terjadi kerusakan.

“Untuk generasi terakhir, atau sekarang ini sudah bisa di repair, asal kondisinya masih baik. Terutama pemakaiannya tidak melebihi yang disarankan pabrikan ban , tentang batas kecepatan dan jarak tempuh yang dicapai, ketika ban RFT-nya mulai bocor,” ucap Zulpata.

Sementara itu, untuk cara penambalan ban RFT hampir sama dengan ban tubeless pada umumnya. Gunakan tambal ban payung yang dari dalam agar tambalan lebih maksimal. Jika kebocoran terjadi pada sidewall, harus pakai tambalan yang agak tebal, karena RFT sidewallnya tebal.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/10/07/170100315/mitos-atau-fakta-benarkah-ban-rft-tidak-bisa-pecah-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke