Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ini Rasanya Geber RX-King Berjantung Listrik, Enggak Berisik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesan bengis Yamaha RX-King sebagai "motor jambret" era 90'an sedikit banyak lungsur di motor ini. Bukan karena tampilannya, tapi karena jeroannya yang milenial.

Motor 2-tak yang terkenal berisik dan ngebul itu berubah jadi senyap dan ramah lingkungan, tanpa asap tanpa suara. Sebab motor sudah dimodifikasi atau dikonversi bertenaga listrik.

Kompas.com mendapat kesempatan mencicipi RX-King elektrik yang sudah berganti nama jadi RX-Ohm ini. Sekadar merasakan keasyikan motor legendaris yang kini ikut tren elektrifikasi.

Soal tampilan bisa dikatakan masih sama dengan motor standar. Sang empunya memang ingin mempertahankan tampilan standar. Bedanya ialah motor sudah tidak pakai knalpot dan rantai.

Pertama duduk di RX-Ohm hampir tidak ada beda dengan motor biasa. Paling hanya detailnya saja yang berubah. Panel meter kini sudah digital dan ada penunjuk buat kapasitas baterai.

Motor punya tiga mode berkendara. Mode paling tinggi bisa meraih kecepatan 80 kpj. Tentu makin kencang maka daya baterainya lebih cepat habis, sedangkan kalau pakai eco mode pakai yang mode bawah.

Perbedaan lain yaitu sudah tidak pakai kopling, dan tuas persneling alias gigi di sebelah kiri hilang. Sedangkan di sebelah kanan masih ada tuas rem kaki buat rem belakang.

Kompas.com memakai mode paling tinggi, karena penasaran dengan jambakan RX-King listrik. Saat gas dipelintir motor langsung "ngacir" tapi dengan perasaan yang lumayan "aneh."

Mengapa demikian karena sekali lagi RX-King biasanya berisik sedangkan ini hening. Satu-satunya bunyi yang terdengar ialah bunyi suspensi belakang yang menahan redaman.

Kemudian tidak ada getaran seperti mesin konvensional. Buat pemakai motor listrik hal tersebut memang biasa saja. Tapi sekali lagi, jadi tak biasa karena yang dipakai ialah RX-King.

Kompas.com tidak sempat menjajal sampai top speed tapi tarikannya terasa cukup untuk merasakan performa motor saat berkeliling di dalam komplek di daerah Cinere, Depok.

Perasaan lain yang timbul ialah kelincahan motor. Berat baterai dan kontrolernya diklaim tidak beda jauh dengan mesin aslinya, tapi karena tangki bensinnya kosong dan motor listrik alias dinamonya berada di hub belakang, bagian atas motor jadi terasa ringan. 

Keunggulan RX-Ohm ini ialah bentuknnya dibuat standaran sehingga yang tidak memerhatikan bakal tertipu. Hal itu pun diakui oleh Ario Zainuddin yang RX-King elektriknya kami pinjam.

"Kalau di jalan ada saja ceritanya, seperti saat macet orang bingung kok sepi banget tidak ada suaranya. Ditanya sama anak RX-King di jalan yang penasaran," kata Ario.

Spesifikasi baterai disokong catu daya berkapasitas 71.4V 30Ah didukung motor listrik atau dinamo dari QS dengan daya 3000W 60V. Sedangkan kontroler dari Kelly KLS-S 7230.

Motor juga dibekali fitur regenerative braking. Lewat fitur ini motor dapat tambahan untuk mengisi daya baterai lagi. Pengoperasiannya lewat bekas tuas kopling.

"Top speed 85 kpj tapi kalau saya 80 kpj. Lumayan kencang. Gak bagus buat jarak tapi feeling RX-King dapat," kata Ario.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/09/24/174100515/ini-rasanya-geber-rx-king-berjantung-listrik-enggak-berisik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke