Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pasang Target Baru, Suzuki Pede Perluas Ekspor Mobil Rakitan Indonesia

"Pada 2021 ini kami melihat tingginya permintaan produk Suzuki di berbagai negara dan kami melakukan evaluasi dengan menaikkan target ekspor CBU dan CKD sebesar 66.500 unit," ujar Donny Saputra, Direktur Pemasaran Roda Empat PT SIS dalam webinar yang dihelat bersama Forwot, Jumat (17/9/2021).

Menurut Donny, untuk mengejar target 66.500 unit tersebut, ada beberapa hal yang akan dilakukan. Salah satunya mengenjot kuantitas dengan menambah negara destinasi tujuan ekspor dari yang sudah ada saat ini.

Donny mengkalim sudah ada empat negara baru sebagai destinasi pengapalan produk Suzuki buatan Indonesia di periode 2021 hingga 2022.

Bahkan sebaran ekspornya juga melebar, tak hanya di benua Latin Amerika, tapi mengarah ke Timur Tengah.

"Jadi secara target sudah ada tambahan negara baru yang kami harap bisa meningkatkan volume ekspor CBU dan CKD sebesar 66.500. Untuk pembagiannya saya tidak bisa detailkan, tapi untuk tambahannya ada empat negara baru," ucap Donny.

Seperti diketahui, walau sampai saat ini Suzuki Indonesia masih puasa model baru, namun kinerja produk rakitan lokal masih memiliki serapan pasar yang cukup baik.

Tak hanya di domestik, tapi juga mancanegara. Hal tersebut dibuktikan dengan pencapaian ekspornya periode Januari hingga Agustus 2021 yang hampir menyentuh 40.000 unit atau mengalami pertumbuhan 37 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Untuk ekspor CBU, XL7 menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 39 persen atau berada dikisaran 10.500 unit. Setelah itu Carry dengan jumlah 9.898 unit.

"Ekspor membaik karena market di luar negeri juga membaik dibanding tahun lalu. Harapan kami sampai akhir tahun kami bisa kejar dan sampai angka 40 persen," kata Donny.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/09/18/134200115/pasang-target-baru-suzuki-pede-perluas-ekspor-mobil-rakitan-indonesia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke